Arsip untuk motivasi kategori

Bertobat Dari Merokok

Posted in motivasi on Oktober 24, 2008 by abufarros

Bertobat Dari Merokok

Fakta-fakta
• Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
• WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
• 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
• Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
• 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
• Prosentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25 % lebih bagi perokok.

Dugaan-dugaan Dusta
• Merokok membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa menceraiberaikan pikiran, mengurangi konsentrasi berfikir karena rokok menyebabkan penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan.
• Merokok membantu menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok berpengaruh buruk pada urat saraf, sebagaimana ia menyebabkan kencang nya detak jantung dan itu sangat berbahaya.
• Merokok memperbanyak teman dengan saling menawar kan rokok dan berbasa-basi di dalamnya. Ternyata inipun keliru, sebab pada kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah teman-teman buruk.
• Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal justeru menambah kelelahan dan kepayahan karena tergang gunya banyak organ tubuh, seperti urat saraf, alat pencernaan dsb.
• Merokok bisa mengusir kesedihan dan kegalauan, padahal ia mendatangkan kesedihan, kegalauan dan bencana, di antaranya karena ia harus terus merogoh kantongnya, dan dengan merokok berarti ia secara terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah.

Bahaya Merokok

Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan. Di antara bahaya merokok adalah:

o Melemahkan iman dan menjauhkan diri dari Tuhan.
o Mengurangi nafsu makan.
o Menyebabkan penyakit TBC.
o Menyebabkan sesak nafas.
o Menyebabkan sulitnya pencernaan makanan.
o Menyebabkan rusaknya hati.
o Menyebabkan berhentinya detak jantung.
o Menyebabkan penyakit kanker.
o Menyebabkan batuk dan lendir.
o Menyebabkan lemas dan kurus.
o Menyebabkan luka lambung.
o Menyebabkan kebakaran.
o Menyebabkan keengganan isteri terhadap suaminya.

Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena daya tahan tubuh yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan bereaksi kecuali jika Allah menghendaki yang lain.

Bagaimana Memerangi Rokok ?

Tak disangsikan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Adapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya adalah hal-hal berikut:
• Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat.
• Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya.
• Melarang para guru merokok di depan murid-murid nya terutama yang masih berusia belia.
• Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok.
• Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok.
• Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.
• Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok.
• Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringa tan para dokter tentang bahaya rokok.
• Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.
• Nasihat secara pribadi kepada perokok.

Serba-serbi Rokok
• Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di Inggris akibat rokok.
• Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama.
• Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
• Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehing ga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka. Karena itu mereka harus berhenti merokok!
• Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Masuti sangat keras dalam hal rokok, sehingga buku-buku yang ditulisnya banyak membahas tentang haramnya rokok, di antaranya:
“Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok”
“Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok.”
“Penjelasan dan Keterangan Tentang Haramnya Merokok.”
Dan dikatakan bahwa rokok dikenal di dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya sekitar tahun 1012 H.

Perlakuan Terhadap Perokok Tempo Dulu

Syaikh Abdullah bin Muhammad rahimahullah berkata: “Adapun orang yang mengisap rokok, jika ia mengisapnya setelah mengetahui hukumnya haram, maka ia dicambuk 80 kali dengan cambukan ringan yang tidak membahayakannya. Dan jika dia mengisapnya karena kebodohannya maka tidak ada sangsi atasnya dan ia diperintahkan bertobat dan beristighfar. Dan jika ada orang mengatakan, rokok itu tidak haram, juga tidak halal, maka dia adalah orang bodoh yang tidak mengerti apa yang dikatakannya.

Beliau juga mengatakan, ‘Orang yang menanam tembakau harus dihukum, juga orang yang menyimpannya di dalam rumah atau mengisapnya, dia harus dihukum.’

Fatwa-fatwa

• Tanya :
Ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, ‘Apa hukum mengisap rokok berikut dalil nya dari Al-Qur’an dan Al-Hadits?’

Jawab :
Rokok adalah haram. Dalilnya adalah firman Allah:
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29)
“Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195)
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (An-Nisa: 5)
Lalu Allah dalam banyak ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak diragukan lagi membeli rokok adalah pemborosan dan sekaligus perusakan kesehatan, sehingga termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membuang-buang harta. Dan tentu membelanjakan uang untuk rokok adalah mem buang uang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya.”
Dan semua tahu, merokok sangat membahayakan. Di samping itu, jika telah kecanduan rokok, seseorang akan sakit dan sesak dadanya jika tak mendapatkannya. Padahal itu sama dengan memaksakan untuk dirinya sesuatu yang tidak ia perlukan.

Akhir yang Memilukan

Ia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun. Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah jantung. Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih. Dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk diperiksa agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberi kan rokok kepadanya.

Selang beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatanny a. Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok.
Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas di sebuah kamar mandi dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah dari kesudahan yang demikian.

Bagaimana Meninggalkan Kebiasaan Merokok?

Sekarang, Anda insya Allah telah terbuka untuk meyakini haramnya rokok. Juga, Anda telah meyakini bahaya-bahayanya, baik terhadap diri Anda sendiri maupun terhadap masyarakat. Mudah-mudahan Allah memudahkan Anda bertobat. Inilah yang diharapkan dari Anda. Jika Anda telah berusaha kuat meninggal kan kebiasaan merokok, maka ikutilah langkah-langkah berikut ini:

• Setelah engkau ketahui bahaya-bahaya rokok, mulailah berfikir untuk meninggalkannya dan kuatkan keya kinanmu untuk itu dengan bertawakkal penuh kepada Allah.
• Buatlah evaluasi harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap dirimu, teman-temanmu, anak-anakmu, tetangga-tetanggamu dan lainnya.
• Jauhkanlah dirimu semampu mungkin dari merokok dan asap rokok. Usahakan untuk selalu berada pada udara yang bersih dan sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat.
• Jika engkau telah mengetahui bahaya rokok dan engkau yakini haramnya, maka hendaknya engkau membenci dan meninggalkannya karena Allah, dan jauhilah dari berteman dengan para perokok.
• Pakailah sikat gigi, siwak atau sejenisnya jika engkau diserang keinginan merokok kembali.
• Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya.
• Usahakan setiap pagi setelah sarapan engkau minum juice jeruk, apel atau buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan merokok.
• Ketahuilah, barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya, dalam waktu dekat atau jauh.
• Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan dengan ikhlas, serta keinginan kuat untuk meninggalkannya yang terbit dari dalam hatimu sendiri. (ain).

Disadur dari kitab:
RASA’ILUT TAUBAH MINAT TADKHIN MUHAMMAD BIN IBRAHIM AL-HURAIQI [alsofwah].

__._,_.___

 

Keajaiban berpihak kepada pemberani

Posted in motivasi on Oktober 24, 2008 by abufarros

Keajaiban berpihak kepada pemberani

Keberanian adalah kesediaan

untuk melakukan yang ‘meskipun’.
(Mario Teguh)

Sebuah kebahagian rasanya, bila kita mampu mengalahkan sebuah perasaan takut. Karena kepantasan bagi pemberani adalah melakukan hal-hal yang dia takutkan. Hari ini saya melakukan sebuah langkah mewujudkan perilaku yang selalu menjadi doa saya setiap selesai menghadap Pencipta Alam semesta. Menjadi Pribadi Pemberani…

 

Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …

meskipun dia belum berpengalaman

meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu

meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya

meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama

meskipun sama sekali tidak ada jaminan

meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan

dan

meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.

(Mario Teguh)


Ternyata rasa takut menyelimuti pribadi kita adalah sebuah dramatisir. Kenyataan dunia tidaklah seberat rasa takut yang kita ciptakan. perasaan malu maju kedepan tuk menyampaikan sambutan, perasaan takut menawarkan sebuah ide, takut ditolak, takut diketawakan, semua itu akan sirna dengan langkah-langkah nyata pemberani.

Cara terbaik mengalahkan rasa takut adalah dengan melakukan rasa takut tersebut.

Shahabat  tercinta…
Mari kita merenung sejenak, berapa banyak sudah rencana-renacan super telah kita gugurkan. pembatalan rencana secara sadar karena hadirnya rasa takut bahwa ide briliant tersebut tak mungkin terjadi. Berapa sering kita mengubur sebuah asa melakukan sebuah tindakan nyata agar kita naik kelas. Dan sekali lagi karena rasa takut juga kita tetap duduk dikelas tempo hari.

Karena setiap tindakan menbuahkan hasil, sepantasnya kita berperilaku sebagai pribadi pencipta hasil gemilang. Teringat pesan bapak Mario dalam MTBA Profesional Biggest Fear.

” Kalau anda mengharapkan uraian tangan Tuhan, berperilaku lah untuk memantaskan Tuhan menbantu anda. “

Maknanya, bila ingin usaha, tindakan dan cita-cita kita di iringi dengan Lambaian Kasih Sayang dan Pertolongan Maha Penolong. sewajarnya kita mengusahakan tindakan yang besar. Dimana manusia dibumi tak akan mampu menbantu kita Kecuali Dialah Yang Maha Kuasa.

Kini saya memahami, mengapa impian disarankan setinggi langit. Karena cita-cita besar membutuhkan  usaha sesuai mewujudkannya. sebuah usaha diatas kesanggupan kita sebagai manusia. Dan disinilah Doa kita menjadi makna. Karena setiap langkah menuju impian-impian mulia, akan selalu kita awali dengan Doa Pengharapan penuh. bahwa

Tiada upaya dan kekuatan sedikitpun kecuali
pertolongan dari yang Maha Kuat.

Semsetinya rasa takut itu tak pantas hadir. Karena doa dan rencana kita adalah kebaikan dan kemulian. Bukankah berlomba-lomba dalam kebaikan sebuah amanah dari Pemberi Rezeki ? Bukankah menjalankan amanah -Nya adalah perbuatan para Pelayan -Nya?  Dan menjadi hambanya yang taat dan bertaqwa adalah Doa dan tujuan hidup kita.
Demikian sharing singkat saya,..

Rahmadsyah
Certified Master NLP Practitioner

 

 

 

 

__._,_.___

Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally

Posted in motivasi on November 22, 2007 by abufarros

Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally

From : Unknown
 
PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.
 
Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
 
Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally.
Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.
 
“Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri,” kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.
 
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.

Skill saja Tidak Cukup

Posted in motivasi on November 22, 2007 by abufarros

 57246.jpg

Skill saja tidak cukup

A. B. Susanto*


Seorang rekan di kantor kami pernah bercerita tentang pengamatannya terhadap dua orang rekan kantornya di perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Hasil pengamatan ini sungguh menarik untuk dicermati sebagai studi kasus yang nyata, untuk kita ambil hikmahnya. Bahkan, barangkali entah secara sadar atau tidak sadar Anda sendiri pun pernah berada dalam situasi yang serupa dengan salah satu tokoh dalam kisah nyata ini. Bukankah belajar dari pengalaman orang lain cenderung lebih mudah daripada berkaca pada diri sendiri? Dalam melakukan analisis, bukankah seringkali obyektivitasnya lebih terjaga ketika obyek amatannya adalah orang lain dan bukan diri kita sendiri?

Untuk memudahkan rekonstruksi cerita dan menyamarkan jati diri rekan dari rekan saya ini, kita sebut saja pihak pertama dengan nama Agung dan pihak kedua dengan nama Bram. Agung dan Bram adalah dua orang fresh graduate dari dua universitas di dalam negeri yang berlainan. Agung lulusan dari PTN ternama dengan disiplin ilmu yang jadi unggulan di almamaternya, dan prestasinya memang baik sekali. Wajar sekali jika Agung bangga dengan prestasi akademisnya. Bram sendiri meski tidak segemerlap itu almamaternya tetapi sesungguhnya prestasi akademiknya hanya beda tipis di bawah Agung. Kebetulan keduanya memulai hari pertama dalam perjalanan karirnya di perusahaan yang sama, departemen yang sama, tanggung jawab yang kurang lebih sama dan bahkan memulainya pada minggu yang sama pula. Yang berbeda hanyalah divisi tempat bekerja dan kick-off day-nya saja. Kesamaan titik start dan tanggung jawab ini, yang memang benar-benar terjadi, sungguh merupakan kebetulan yang memudahkan kita dalam melakukan analisis.

Keunggulan prestasi akademis Agung ternyata sukses ditransformasikan ke dalam pekerjaannya. Ia berhasil mendapatkan ”proyek cokelat”, kategori proyek yang di lingkungan kerjanya tergolong proyek besar, wah, dan prestisius. Proyek yang manis dan dimaui semua orang. Suksesnya dalam mendapatkan proyek coklat ini ditindaklanjuti dengan penanganan yang prima, baik secara teknis maupun non teknis, sehingga klien benar-benar puas. Hubungan baik yang terjalin dan kepuasan atas pekerjaan menimbulkan kepercayaan yang tinggi dari klien kepada perusahaan ini dan lebih khusus lagi kepada Agung. Hal ini membuat klien tersebut tidak bisa pindah ke lain hati. Dapat ditebak, loyalitas klien dengan proyek cokelat yang berulang ini tentu memuaskan manajemen perusahaan tempat Agung bekerja. Berhubung perusahaan tempatnya bekerja memiliki sistem reward yang baik, maka dengan mulus Agung pun mendapat ganjaran yang setimpal. Ia dipromosikan menjadi senior di usianya yang masih muda. Promosi ini juga berimbas pada gajinya yang meningkat secara signifikan. The rising star sudah menunjukkan sinarnya.

Di saat Agung mendapatkan promosinya, mari kita tengok apa kabar Bram? Boleh dikata, Bram belum seberuntung Agung. Dalam jenjang struktur organisasi, Bram masih belum beranjak dari posisinya di saat start. Berarti, satu langkah Bram telah tertinggal dari Agung yang hari pertamanya bekerja hanya berbeda dalam hitungan jari pada satu tangan. Apakah berarti Bram tidak bisa bekerja dengan baik? Kenyataan di lapangan menyatakan bahwa Bram bekerja dengan baik. Klien (eksternal) maupun teman sejawat nyaris tidak pernah ada yang mencela terhadap hasil maupun proses kerja yang dilakukan Bram. Sebagai pekerja, Bram adalah pekerja yang tekun. Dalam kata lain, tidak ada masalah dengan kinerja Bram. Apalagi Bram merupakan tipe orang yang luwes dan supel dalam bergaul serta memiliki artikulasi yang baik dalam berkomunikasi. Dalam setiap evaluasi penilaian kinerja (performance appraisal), Bram selama ini memang selalu tertinggal dari Agung, tetapi bukan berarti ada masalah pada diri Bram. Hal ini terjadi hanya karena Agung selama ini secara luar biasa menunjukkan kinerja yang excellent dan Bram dengan prestasinya yang sekedar ’baik’ tertutup pamornya.

Perkembangan setelah tahap ini lebih menarik lagi. Sebagai the rising star, Agung diposisikan sebagai selebritis. Didukung oleh kekuatan humor khas ludruknya, ia mendapatkan banyak penggemar, terutama dari kalangan grass-root. Snapshot pada kondisinya saat itu memperlihatkan gambaran seorang Agung yang dipantau dari atas (oleh manajemen) sebagai the rising star, dari samping (oleh rekan sejawatnya, termasuk Bram) banyak menimbulkan decak kagum di satu sisi dan rasa iri di sisi lain, serta dari bawah (grass-root) ia dipuja-puji. Puja dan puji dari grass-root ini turut membangkitkan semangat heroisme Agung ketika manajemen perusahaannya berencana melakukan PHK masal pada staf sekuriti. Hal ini bermula dari penilaian manajemen bahwa akan lebih efisien jika kebutuhan terhadap staf sekuriti dilimpahkan kepada pihak ketiga (outsource). Perihal lebih efisien Agung dan rekan sejawatnya secara teknis sepakat. Hanya saja, secara non teknis Agung merasa kurang manusiawi. Pendapat ini sudah dilontarkannya dalam rapat dengan pihak manajemen, hanya saja dengan berbagai pertimbangan yang ada hasil rapat memutuskan untuk tetap berjalan pada rencana semula.

Jelas, Agung tidak puas dengan hasil rapat tersebut dan secara bergerilya ia mencari dukungan ke sana ke mari. Pihak manajemen yang mencium gelagat ini kontan menghadiahi Agung dengan teguran berupa SPK-1 karena kebijakan yang sudah ditetapkan melalui rapat dan masih belum disosialisasikan ini kadung disosialisasikan secara ’berbeda’. Aksi heroik ini hanya salah satu dari sekian ’trouble’ sebagai akibat ’kreativitas lebih’ Agung yang dinilai manajemen tidak tepat waktu dan sasarannya. Kompetensi teknis Agung yang di atas rata-rata, dalam perspektif manajemen, belum diimbangi oleh kedewasaan dan kematangan pribadi sehingga seringkali menjadi kontraproduktif. Padahal semakin tinggi suatu posisi, maka kompetensi non teknis makin diperlukan. Walhasil perkembangan karir Agung berjalan tersendat. Tiga tahun sejak promosinya menjadi senior barulah ia dapat mencicipi posisi manajer.

Pada saat Agung menanjak karirnya, Bram masih tertinggal. Lantas bagaimana kondisinya tiga tahun kemudian, apakah masih tertinggal di belakang Agung? Ternyata tidak, pencapaian karir Bram justru sudah melampaui pencapaian karir Agung. Kenapa bisa demikian? Berkaca pada Agung, Bram sadar diri bahwa secara teknis kemampuannya bukan yang terhebat. Untuk itu ia mengembangkan sisi lain kemampuannya, terutama bagian soft-nya. Keluwesan dan kemampuan interpersonal Bram yang disertai cukup kerendah-hatian menjadikannya lancar dalam pergaulan. Ia juga memahami denyut ritme dan irama kehidupan di lingkungan kerjanya, termasuk mengetahui kemana angin bertiup. Berbeda dengan Agung yang cenderung kaku, dengan pemahaman dan keluwesan ini Bram dapat secara leluasa menempatkan diri. Dengan demikian ia dapat sukses membangun jejaring dan melakukan lobbying. Seiring berjalannya waktu, pada saat Agung mencapai posisi manajer, Bram sudah dapat menduduki posisi senior manajer.

Dengan pencapaian ini seolah ada pesan tidak langsung yang hendak disampaikannya pada Agung, ”Sorry Gung, hari gini skill saja tidak cukup!”

Jurus marketing ‘narkoba’ a la Tung Desem Waringin

Posted in motivasi on November 22, 2007 by abufarros

 2332.jpg

Jurus marketing ‘narkoba’ a la Tung Desem Waringin

Oleh: Mia Chitra Dinisari 

Kerasnya hidup, tak melulu mengantarkan seseorang pada kesengsaraan. Karena kerasnya hidup pun kerap menjadi pemicu kesuksesan seseorang. Hal itulah yang dialami motivator nomor satu Indonesia Tung Desem Waringin. Dengan mengenakan kemeja kotak-kotak lengan pendek, dipadu dengan celana pendek, Tung yang ditemui Bisnis Uang usai sarapan dengan keluarganya, bercerita tentang kesuksesannya yang cukup fenomenal itu. Berawal dari kesulitan hidup yang terus menderanya, Tung mampu bertahan dalam kondisi sesulit apapun. Prinsip hidup yang terus dipegang pria kelahiran Solo, 22 Desember 1967 ini, adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara dalam hidup. “Pada dasarnya, semua orang berusaha mencari nikmat, dan menjauhi sengsara,” tandas pria yang selalu terlihat ramah ini, tentang filosofi hidupnya. Kelemahan selalu dijadikannya sebagai kelebihannya. Selepas SMU, Tung diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di Fakultas Ekonomi, jurusan Studi Pembangunan. Merasa salah jurusan, lalu ia mendaftar ke Fakultas Hukum (FH) UNS jurusan Hukum Perdata. Meskipun hares berkutat di dua fakultas sekaligus, namun Tung tetap meraih sukses baik dari segi akademis, hingga meraih juara tenis meja dan juara panco. ‘Montir’ dadakan Lulus kuliah, Tung yang sempat menjadi salesman emas toko sang kakak, mulai kelimpungan mencari pekerjaan. Akhirnya pada 1992 menjadi akhir penantiannya sebagai pengangguran, ketika ia diterima di Bank BCA. Di perusahaan ini, ia bagaikan ‘montir’ bagi anak cabangnya yang tengah kolaps. Tak kurang dari beberapa cabang perusahaan yang ‘rusak’ berhasil diperbaikinya. Hasilnya, Surabaya memperoleh hasil audit terbaik di seluruh Indonesia, dari nomor 20 menjadi nomor satu. “Selain Surabaya, beberapa cabang juga berhasil saya perbaiki manajemennya,” cerita suami dari Suryani Untoro ini tentang profesinya sebagai montir dadakan itu. Meskipun dianggap sukses di perusahaan ini, namun Tung mulai merasa kehilangan sesuatu. Ketika sang ayah harus menjalani pengobatan di Mount Elisabeth Singapura, gaji Tung dalam sebulan, ternyata tak mampu menutupi biaya pengobatan ayahnya dalam satu hari. Saat inilah ia mulai merasakan kegundahan hatinya. Dengan tekadnya yang bulat, Tung mengundurkan diri dari BCA, dan beralih sebagai senior vice president marketing di LippoShop. Namun tak bertahan lama, is kembali mengundurkan dirii dari perusahaan tersebut. Berbekal hasil bacaannya sewaktu menunggui sang ayah selama menjalani masa perawatan, Tung mulai tertarik pada dunia marketing. Kekagumannya pada master marketing dunia Anthony Robbins membuatnya nekat mengikuti seminar Anthony Robbins di Singapura, yang biayanya sebesar US$ 10.000. Sukses menjadi salah satu murid terbaik Anthony Robbins sekaligus terpilih sebagai Exclusive Indonesia Anthony Robbins Authorized Consultant, Tung mulai haus akan ilmu marketing. Ia pun mulai berguru pada banyak ahli marketing seperti Robert G. Allen, pakar marketing terkemuka dunia, dan Robert T Kiyosaki yang juga sahabatnya itu memberikannya gelar sebagai Exclusive Indonesia Robert T. Kiyosaki Authorized Consultant. Jurus’narkoba’ Sukses teru diraih ayah dari Tung Waldo Kamajaya (7), Tung Alta Kania (4), dan Tung Tiago Masimo (6 bulan). Jurus marketing ‘narkoba’ adalah kunci kesuksesan pria yang memiliki nilai hidup bijaksana, sehat, kaya, keluarga, dan ceria ini. Loh koq? “Yah ibarat narkoba, awalnya kita kasih gratis, selanjutnya mereka akan ketagihan, dan akhirnya produk kita akan laku,” tawa pria yang saat ini menjadi pengasuh acara Smart Wealth di radio Smart FM ini. Selain jurus narkoba tadi, Tung juga selalu menerapkan sistem street marketing dalam kehidupan bisnisnya. Buktinya? Buku Financial Revolution yang diterbitkannya, mampu meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil terjual 10 ribu kopi hanya dalam sepuluh hari saja. Banyak teori marketing yang sangat bagus namun jarang sukses, karena mereka kerap melupakan sistem street marketing ini, kata Tung. “Karena umumnya, teori bisa berbalik sangat jauh dengan praktik di lapangan,” urai Tung. Kekuatan tentukan segalanya Pernahkah sukses mengalami kondisi stuck dalam hidupnya? Sering! Namun, saat ia sedang tak mood, maka satu hal yang selalu dilakukannya adalah dengan merusak pola emosi, dan juga pola gerak tubuhnya. “Kalau emosi kita sedang tak stabil kita harus menciptakan pola gembira,” tutur Tung sembari mengajak kami mempraktikkan salah satu pola gerak yang bisa merusak emosi. Karena kemampuan tersebut, maka Tung juga bukan hanya dikenal sebagai si sales magic, namun juga orang yang bisa membantu kesuksesan seseorang dari segi psikologis. “Banyak juga orang yang saya sembuhkan dari phobia-phobia. Seperti takut ketinggian, takut naik pesawat dan phobia lainnya,” cerita Tung lagi. Kekuatannya tersebut, menurut pria yang selalu menciptakan seminar bahagia ini, muncul dari kekuatan kata-kata yang terus diucapkannya. “Pada dasarnya, semua muncul karena kekuatan kata-kata,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa jika setiap kali kita mengucapkan kata bodoh pada seseorang, maka lambat laun orang itu akan menjadi bodoh. “Begitu juga kalau kita mengucapkan kata-kata pintar pada orang itu,” tutup pria yang telah mengajarkan dunia bisnis dan keuangan sejak dini pada anak-anaknya itu. (*)  Sumber: tabloid bisnis uang