retailer day

Tantangan dunia bisnis retail 2013

LOTTEMart® JogjaImage

4 April 2013

Slamet Raharjo

Beberapa estimasi ekonomi makro 2013

Dunia dalam  laporan triwulananya  memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 ini akan berada pada angka 6,2 persen, atau sedikit lebih rendah dari perkiraan tahun lalu sebesar 6,3 persen. Namun untuk 2014, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,5 persen.

SURYA Online, JAKARTA – Ekonom Utama Bank Dunia Jim Brumby memperkirakan laju inflasi Indonesia pada akhir 2013 berada pada kisaran 5,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang tercantum dalam APBN 2013 sebesar 4,9 persen.

“Inflasi pada tahun ini disebabkan adanya tekanan, dampak dari berbagai kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/3/2013). http://surabaya.tribunnews.com/2013/03/19/bank-dunia-perkirakan-inflasi-indonesia-55-persen#sthash.dR8QUZG8.dpuf

Pendapatan domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia di akhir 2013 diperkirakan dapat mencapai US$ 4400-4500 seiring terus meningkatnya penciptaan lapangan kerja. Tingkat angka pengangguran akan menurun di angka 5,8-6,1%.

Hal tersebut seperti dikatakan Firmanzah, Penasehat Ekonomi Presiden RI yang juga merupakan Dekan FE Universitas Indonesia.

Pendapatan per kapita

adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita.

Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Sistem ekonomi Indonesia yang terbuka dan masih belum besar saat ini cenderung rentan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi  global,  khususnya dari negara atau kawasan yang memiliki hubungan ekonomi yang signifikan dengan negeri ini seperti AS, Eropa, China, dan India. Karena itu, kita perlu mewaspadai perkembangan ekonomi internasional 2013 secara cermat agar dapat meminimisasi dampak buruk  bagi perekonomian nasional.

Selain pengaruh eksternal,  perkembangan politik dalam negeri juga cukup memprihatinkan. Hasil kajian Indonesia Economic Review and Outlook (IERO) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Gajah mengungkapkan,  menghangatnya suhu politik belakangan ini dapat membawa dampak negatif pada perekonomian Indonesia sehingga perlu diwaspadai dan dicermati oleh otoritas, masyarakat, dan dunia usaha agar semuanya ikut mengawasi supaya ekonomi Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh perkembangan politik yang ada.

Ekonomi Indonesia  sekarang  menghadapi tantangan dan ancaman cukup besar sehingga berpotensi  menghadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi,  yang implikasinya pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan. Meski jumlah kelas menengah Indonesia menurut data ADB meningkat dari 81 juta (2003) menjadi 150 juta pada 2012, sekitar separuhnya masih berpengeluaran di bawah US$2 per hari per orang,  dan sekitar tiga perempatnya di bawah US$4 per hari.

Jumlah Sensus Penduduk Tahun 2012 – Berdasarkan jumlah sensus tahun 2012 telah terjadi peningkatan penduduk sekitar 20 juta jiwa dari data sensus sebelumnya. Pada sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia berkisar 237.556.363 jiwa yang menempati luas wilayah memiliki luas kurang lebih 1,904,569 km2 dan saat ini (Tahun 2012) penduduk di Indonesia telah mencapai angka 257.516.167 jiwa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA —  Investor asing makin ekapansif  melirik bisnis ritel di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Yang terbaru adalah, AEON Mall, raksasa ritel asal Jepang, yang memutuskan membuka 20 pusat perbelanjaan dengan cara menggandeng PT Sinar Mas Land.

Soichi Okazaki, Chief Executive Officer (CEO) AEON Mall mengatakan, setidaknya ada 3 alasan pihak AEON Mall melirik peluang bisnis di Indonesia. ” 3 tersebut yang menyebabkan Indonesia jadi pasar menjanjikan,” ujar Okazaki di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Berikut alasan bos AEON Mall mendirikan bisnis di Indonesia:

Pertama, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang stabil dalam beberapa tahun ke belakangan, yang ada di atas rata-rata 6 persen. “Pertumbuhan domestik bruto Jakarta terus stabil. Perkembangan infrastruktur yang ada juga memacu pertumbuhan bisnis,” ujarnya.

Kedua, berkembangnya jumlah masyarakat kelas menengah di Jakarta. Okazaki bilang, kelas menengah di Jakarta tahun 2010 tercatat sebanyak 35 persen dan akan menjadi 51 persen tahun 2020. “Kelas menengah di Jakarta itu sesuai dengan segmen pasar kami,” tandasnya.

Ketiga, Pertumbuhan populasi keluarga muda di Jakarta juga kian banyak. Dia bilang, penduduk Jakarta yang berumur 20 – 39 tahun tercatat sebanyak 31persen. “Keluarga muda itu akan tumbuh di wilayah sub-urban dan itu juga menjadi pasar kami,” jelasnya.

Okazaki mengaku, dirinya tak khawatir terhadap risiko investasinya yang akan berhadapan dengan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan presiden yang akan berlangsung tahun 2014.

Pertumbuhan Bisnis Ritel Turun

Jakarta, KOMPAS Kamis,28 Maret 2013 – Meskipun dinilai memiliki potensi besar seiring daya beli masyarakatnya yang semakin meningkat, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia pada 2013 diprediksikan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013, pertumbuhan bisnis ini berkisar antara 8-9 persen, lebih rendah dari 11-12 persen pada 2011-2012.

PENJUALAN RETAIL INDONESIA NAIK MELAMBAT DI JANUARI

EKOM – 66144459nnn IQPlus, (08/03) – Penjualan retail Indonesia alami perlambatan pertumbuhan di bulan Januari 2013 karena melemahnya permintaan domestik untuk pakaian dan alat rumah tangga, demikian menurut survey Bank Indonesia Jumat.nnIndeks penjualan retail tumbuh 7,2 persen year-on-year dibandingkan pertumbuhan 15,1 persen di bulan sebelumnya.nnIndeks ini berdasarkan survey yang dilakukan di 10 kota besar dan diperkirakan penjualan retail dalam tiga hingga enam bulan ke depan terutama menjelang bulan puasa dan idul fitri. (end)      http://bnisecurities.co.id/2013/03/penjualan-retail-indonesia-naik-melambat-di-januari/

Omzet Retail Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh 20%-30%

JAKARTA (IFT) – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memperkirakan omzet penjualan ritel pada kuartal III 2012 atau menjelang dan saat pelaksanaan Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh 20%-30% menjadi Rp 36 triliun-Rp 39 triliun dibandingkan kuartal lain yang rata-rata mencapai Rp 30 triliun. Pertumbuhan omzet ritel ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 15%.

Satria Hamid, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan kenaikan omzet penjualan mengacu pada kondisi ekonomi yang membaik, kenaikan daya beli, pendapatan perkapita yang sudah mencapai US$ 4000 serta kemampuan sektor ritel yang bisa menekan laju inflasi. Omzet penjualan ritel pada tahun ini diperkirakan sebesar Rp 120 triliun. “Makanya kami yakin dengan keadaan makro ekonomi, kami bisa memperoleh kenaikan omzet sebesar 20% bisa terealisasi,” ujar dia kepada IFT.

http://old.indonesiafinancetoday.com/read/29448/Omzet-Ritel-Bisa-Naik-30-di-Kuartal-III

pertumbuhan penjualan retail

Dalam periode enam tahun terakhir, dari tahun 2007–2012, jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun. Pada tahun 2007, jumlah usaha ritel di Indonesia masih sebanyak 10.365 gerai, kemudian pada tahun 2011 mencapai 18.152 gerai tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia. Pertumbuhan jumlah gerai tersebut tentu saja diikuti dengan pertumbuhan penjualan. Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10%–15% per tahun. Penjualan ritel pada tahun 2006 masih sebesar Rp49 triliun, dan melesat hingga mencapai Rp120 triliun pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2012, pertumbuhan ritel diperkirakan masih sama, yaitu 10%–15%, atau mencapai Rp138 triliun. Jumlah pendapatan terbesar merupakan kontribusi dari hipermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket.

Persentase penduduk yang berbelanja di ritel modern untuk barang kebutuhan di atas
Sumber: Frontier Consulting Group, Research Division (survei di enam kota besar)

 

Jumlah gerai retail modern

Jumlah Toko di RI Terbesar Kedua Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com —Sekalipun mengalami penurunan jumlah toko yang menjual barang-barang konsumen sebesar 1,3 persen dari tahun lalu, jumlah toko di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah India. “Jumlah toko (tradisional dan modern) di Indonesia mencapai 2,5 juta toko,” jelas Nielsen Executive Director Retail Measurement Services Teguh Yunanto di Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Untuk penyebaran toko, paling banyak di Pulau Jawa dengan 57 persen, dan Sumatera dengan 22 persen, sisanya 21 persen ada di pulau lain. Namun, Teguh menjelaskan, ritel lebih tumbuh di pinggiran kota, mengingat lokasi permukiman banyak di daerah tersebut. Daerah inilah yang menjadi target dari ritel modern jenis minimarket.

Ritel modern tumbuh 38 persen dengan 18.152 toko di Indonesia, dibandingkan tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.000 toko merupakan minimarket. Namun format ritel modern lainnya, seperti supermarket justru turun 6 persen, sedangkan hypermarket tumbuh 23 persen dengan 154 toko.

PEMBEDA MODERN vs TRADITIONAL RETAILER

 

Open Display (display terbuka barang bisa disentuh konsumen)

Fixed Price (harga tetap tidak perlu tawar menawar)

Self Service (konsumen melayani dirinya sendiri)

Kenapa outlet modern lebih menarik dan berkembang
• Pasarmodern yang banyak tumbuh dan berkembang di tempat yang strategis mudah  dijangkau oleh sarana transportasi
• Banyak pilihan barang
• Ada kepastian harga
• Kualitas lebih terjamin
• Tempat sejuk,bersih,nyaman.
• Pelayanan lebih baik
• Bisa rekreasi atau Window shoping, dll

Kenapa pasar tradisional makin kecil market sharenya
• Pasar modern terus tumbuh bahkan sampai ke kota kecamatan.
• Pasar tradisional mempunyai kesan kumuh.
• Dagangan yang bersifat makanan siap saji mempunyai kesan kurang higienis.
• Kurang ada kepastian harga.
• Kurang bergengsi
• Kurang nyaman

Masalah umum yang sering terjadi dalam bisnis awal

1. Tidak ada perencanaan.

2. Pemasaran yang lemah.

3. Manajemen yang buruk.

4. Pegawai tak terkendali.

5. Terlalu cepat menarik uang

Siklus usaha

1. Tahap perkenalan (introduction).

}  Tahap perkenalan (introduction).
pada tahap ini, barang/jasa mulai dipasarkan walaupun volume penjualannya belum tinggi.

}  biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada pengenalan ke customer.

2. Tahap pertumbuhan (growth).

}  Tahap pertumbuhan (growth).
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat.

}  Permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang /jasa yang kita jual.

}  usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.

}  pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)

}  Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap.

}  Dalam tahap ini, laba mulai turun.

}  Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produk/ jasanya dengan modelnovasi  yang baru.

}  Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru.

Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.

Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’

Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.


Sebuah contoh kasus

Kodak Jatuh Bangkrut
VIVAnews
 – Eastman Kodak Co., atau dikenal dengan sebutan Kodak, dulu dikenal sebagai salah satu perusahaan peralatan fotografi terkemuka di dunia. Kini, Kodak jatuh bangkrut setelah gagal beradaptasi dengan kemajuan teknologi di tengah populernya kamera digital dan ponsel pintar berfitur kamera.

}  Umurnya sdh 132 thn.

}  selama dekade 1980an hingga 1990an sudah merasa nyaman sebagai pemain nomor satu industri fotografi. Konsumen kini sudah meninggalkan pemakaian film – yang menjadi bisnis inti Kodak – dan sejumlah kompetitor mengembangkan produk kamera digital.

Nissan Selamat dari kebangkrutan

 

Alkisah pada tahun 1999, bau kemenyan kematian kian merebak di setiap sudut pabrik Nissan, Jepang.

}  pada tahun 1998, hutang Nissan sudah mencapai Rp 200 trilyun

}  perusahaan mobil Renault setuju
untuk membeli 37 % saham Nissan dan menggelontorkan dana segar untuk menyelamatkannya

}  Renault lalu mengutus salah satu eksekutif terbaiknya bernama Carlos Ghosn
untuk menjadi CEO Nissan (sebuah fenomena yang juga amat langka
di Jepang, orang non-Jepang bisa menjadi CEO perusahaan besar
Jepang).

}  Pilihan bagi Nissan saat itu  memang cuma dua : berubah atau mati.

Pesan Renault untuk pria keturunan Lebanon ini lugas : segera angkat koper ke Jepang, selamatkan Nissan, dan jangan pernah kembali ke Paris sebelum engkau berhasil. Begitulah, pada pertengahan tahun1999, Carlos Ghosn resmi menjadi CEO Nissan untuk memulai sebuahmission almost impossible.

}   Pada tahun 2001 Nissan telah kembali meraih keuntungan,
dan terus mengalami pertumbuhan yang mengesankan

Apa Type gerai kita

Pada Prinsipnya Bisnis Retail Terbagi dalam beberapa bagian ( menurut Peraturan Presiden No.112 Tahun 2007 )


1. Pedagang Eceran Tradisional /Traditional Market ( Toko kelontong, warung, pasar tradisional)
2. Pedagang Eceran Modern / Modern Market :
a. Minimarket, Jaringan Minimarket ( swalayan )
b. Supermareket
c. Hipermarket
3. Pedagang Menengah
4. Pedagang Besar

Retail tradisional

Asongan

Pedagang keliling

Tukang sayur

Warung

Pasar tradisional

Toko kelontong

Retail tradisional

Minimarket kurang dari 400 m2;

Supermarket 400 m2 s/d 5.000 m2;

Hypermarket diatas 5.000 m2;

Departemen Store diatas 400 m2;

Perkulakan diatas 5 .000 m2.

 

Organisasi  sederhana dalam bisnis retail

  1. Operation
  2. Merchandising
  3. SDM
  4. Keuangan

1.Operation

n  Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan pada jajaran di bawahnya yaitu Store Manager.

n  Merencanakan dan melaksanakan kegiatan promosi

n  Aktif memonitor seluruh kegiatan operasional perusahaan terutama yang berkaitan dengan aktifitas toko.

n  Mengantisipasi dan mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan operasional perusahaan serta mempertanggung jawabkan segala keputusan yang diambilnya.

n  Membantu direktur dalam mewakili perusahaan dalam hubungan dengan pihak luar.

n  Menyusun rencana kerja tahunan serta  rencana kerja lain yang diselenggarakan secara periodic dan mempertanggung jawabkan hasilnya kapada direktur dalam forum rapat direksi/pimpinan.

n  Menjalin kerjasama yang baik dengan General Manajer yang lain.

n  Secara aktif mengumpulkan dan menciptakan ide-ide guna pengembagan usaha dan kemantapan usaha.

 

2.Merchandising

Merchandising berasal dari kata merchandise. Merchandise artinya barang yang diperdagangkan.

Dengan demikian Merchandising dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pengelolaan

merchandise sehingga dalam distribusi merchandise tersebut tercapai 7T, yaitu :

1. Produk yang Tepat

2. Waktu yang Tepat

3. Tempat yang Tepat

4. Harga yang Tepat

5. Kuantitas yang Tepat

6. Kualitas yang Tepat

7. Dijual dengan cara yang Tepat

 

n  Departement ini bertanggung jawab terhadap kegiatan penerimaan, pendistribusian, penyimpanan, pengeluaran, penjualan barang  (MD) di toko sesuai dengan prosedur dan standard yang telah ditetapkan.

n  Bertanggung jawab atas kualias, kuantitas dan kontiunitas penyediaan barang dagangan

n  Bertanggungjawab terhadap keberhasilan program merchandising dengan mengikuti semua peraturan merchandising dari perusahaan (mulai dari barang diterima dari supplier sampai barang terjual seperti sistem penempatan, jumlah barang, waktu yang tepat, penyempurnaan display, aturan display produk sesuai  alokasi ruang toko, komitmen terhadap supplier, dll).

n  Bertanggung jawab atas bukti-bukti penerimaan barang dagangan

n  Bertanggung jawab atas kjedaluwarsa barang (expired date) atas barang yang dijual, CN (creit note), barang rusak, dan pemusnahan barang

n  Bertanggung jawab atas keberhasilan kegiatan marketing.

3.Finance

n  Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan pada jajaran di bawahnya yaitu, bagian akuntansi, keuangan dan kasir.

n  Melaksanakan rekonsiliasi dengan Bank

n  Mendukung penyiapan laporan keuangan perusahaan yang disusun oleh bagian akuntansi, meliputi laporan arus kas, laporan laba/rugi, laporan sumber dan penggunaan dan serta laporan neraca.

n  Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang berkaitan dengan arus masuk dan arus keluar uang.

n  Mengeluarkan bon sementara

n  Ikut dalam penyusunan perencanaan strategis perusahaan

4. SDM dan Umum

Manajemen SDM mempunyai peranan signifikan dalam sebuah bisnis ritel. Mengkoordinasi dan memotivasi karyawan dalam pencapaian target. Sampai pada akhirnya terbentuklah sebuah komitmen kerja, yang bisa menyatukan antarkaryawan, sehingga menghasilkan keuntungan yang kompetitif.

n  Bertanggunggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia

n  Bertanggung jawab atas penerimaan karyawan & pemutusan hubungan kerja karyawan.

n  Bertanggung jawab atas keabsahan dokumen-dokumen karyawan

n  Bertanggung jawab atas ganggungan lingkungan terhadap perusahaan

n  Bertanggung jawab atas kinerja dan jati diri karyawan yang meliputi kedisiplinan, penampilan, pakaian seragam, kerapian, penggunaan tanda pengenal dan atribut lain,.

n  Bertanggung jawab atas file perijinan, file karyawan, file yang berkaitan dengan ketenaga kerjaan dll.

n  Bertanggung jawab atas pelaksanaan recruitment, training, dan pengawasan  calon karyawan yang sedang on the job training serta membuat penilaian dan menentukan kelulusan.

n  Bertanggung jawab atas pemeliharaan asset perusahaan seperi mobil, panel-panel listrik, meteran air, lampu luar, lampu parkir dll.

n  Bertanggung jawab atas kebersihan gedung dan lingkungannya

n  Bertanggung jawab atas keamanan

n  Bertanggung jawan atas asset perusahaan dan pencataannya

 

 

Masalah yang sering terjadi

Contoh persoalan

  1. Operation

Antrian panjang di kasir

Lay out yang tidak ergonomic

Tas belanja,trolley yang tidak mencukupi

Pelayanan yang lambat

Lahan parkir yang tidak memadai

Lemahnya system keamanan

  1. Merchandising

Price labeling hilang atau keliru atau tidak pada tempatnya

Barang belum ada padahal sudah banyak konsumen yang membutuhkan

Pajangan yang jelek

Barang over stock

Barang kosong

Tidak ada tester

 

  1. SDM

Sikap karyawan yang tidak professional

Karyawan sering tidak masuk (absent) dan kurang disiplin

Pengetahuan karyawan terhadap produk kurang

Kemampuan karyawan yang tidak merata

Lemahnya koordinasi

  1. Financial

Stock uang receh

Cash flow

Pencatatan data yang tertunda ,salah, kedobel dll

Cash planing

 

Tips dan trik untuk sukses

  1. 1.      Benahi manajemen

Memaksimalkan fungsi fungsi manajemen

POAC :

Planning= perencanaan

Organizing= pengorganisasian

Actuating= pelaksanaan

Controlling=pengawasan

Planning= perencanaan

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu

Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis.

Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.

Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.

Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Bikin perencanaan itu sangat mudah

Rumusnya 5w + 1h

}  What?

}  When?

}  Where?

}  Who?

}  How?

Organizing= pengorganisasian

}  Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi.

}  Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya.

}  Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Actuating= pelaksanaan

}  Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja.

}  Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.

}  Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.

}  Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Controlling=pengawasan

}  Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.

}  Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman

  1. 2.      Gunakan analisa SWOT

Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Kekuatan (strengths) dan Peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dalam meminimalkan Kelemahan (Weakness) dan Ancaman (Threats). Analisa SWOT menjadi dasar untuk menentukan corporate profile dimana perusahaan akan bersaing dalam suatu bisnis atau industri

  1. 3.      Gunakan prinsip pareto

Penemunya adalah ekonom Italia Vilfredo Pareto (1848-1923).

Konsep ini mengatakan bahwa 80% hal yang kita capai merupakan hasil dari 20% hal yang kita lakukan dalam aktifitas kita. Dalam bahasa lain, hal-hal kecil (20%) yang kita lakukan dalam usaha kita, akan bisa menimbulkan efek atau hasil yang besar (80%) dalam apa yang akan kita capai nantinya.

20% produk biasanya menghasilkan sekitar 80% nilai penjualan.

20% konsumen biasanya menghasilkan 80% keuntungan perusahaan.

 

  1. 4.      Ukur kesehatan bisnis dengan balance score card

Pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang diingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan

Konsep ini dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton.

Mengapa kata “BALANCE”

Karena Balanced Scorecard menunjukkan adanya keseimbangan antara semua factor yaitu keseimbangan antara :

 Faktor keuangan dan non keuangan

 Pihak eksternal dan internal

 Jangka pendek dan jangka panjang

Empat Perspektif Apa Saja ?

1.            Perspektif Keuangan

2.            Perspektif Pelanggan

3.            Perspektif Bisnis Internal

4.            Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

 

  1. 5.      Tingkatkan pelayanan

Orang yang kita layani (pelanggan) akan merasa senang bisa kita dapat melayani mereka dengan baik.  Pelayani yang baik, pelayanan yang memuaskan pelanggan, sangat umum disebut sebagai pelayanan prima.  Prima (yang terbaik, yang terhebat) menunjukkan mutu suatu produk –barang atau jasa — yang melebihi standar baku, sehingga pelanggan merasa mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya.

Kita disebut telah melakukan pelayanan prima, apabila tindakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan telah dilakukan dengan cara-cara yang (sangat memuaskan).  Oleh karena itu, pelayanan pria harus selalu mengacu pada suatu standar baku yang berlaku secara umum.  Karenanya setiap yang melakukan pelayanan pria dituntut untuk memahami prinsip-prinsip dan kompetensi dalam pelayanan Prima.

Tanggung Jawab,

lakukan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, tidak mencari kambing hitam, menyalahkan pelanggan dan banyak berkeluh kesah.

Lengkap,

berikan pelayanan secara lengkap tuntas, hindari menunda, memperlama dan mempersulit.

Bersikaplah professional, diantaranya bersikap ramah, sopan, disiplin sehingga tercipta suasana fisik dan batin yang nyaman

  1. 6.      Retail is Detail

bisnis ritel yang menuntut pelakuknya untuk memperhatikan hal-hal yang kecil, secara rinci dan teliti.

Soal SDM,Barang,display,harga,pelayanan,keuangan,keamanan,kenyamanan,kebersihan komplit pokoknya harus benar2 di perhatikan agar sedemikian menarik tampil sempurna dihadapan calon konsumen.

 

  1. 7.      Grow or Die

Membangun sebuah bisnis seperti menanam pohon. Jika pohon tidak dirawat dengan seksama maka pohon tersebut sulit tumbuh. Ketika pohon tidak tumbuh dengan baik maka dia akan mati perlahanlahan. Dibutuhkan keahlian dan peralatan yang tepat untuk bisa membuat pohon tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berlimpah.

Demikian juga dengan bisnis. Hanya ada 2 pilihan bagi sebuah bisnis: tumbuh atau mati perlahan-lahan. Untuk membuat bisnis dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan yang terus bertambah dibutuhkan skill & tools yang tepat sesuai dengan kondisi perkembangan.

 

  1. 8.      Selalu pegang konsep efektif dan efisien

Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

Efektifitas merupakan suatu keberhasilan yang diukur dari segi manajemen waktu untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Pemanfaatan fasilitas perusahaan sepanjang efektif  bagi perusahaan, dan tidak menimbulkan cost besar (kerugian) sesekali saja, maka efisiensi menjadi efektif. Sebaliknya bila pemanfaatan berimbang atau lebih bermanfaat pada pribadi oleh sebab berulang (disadari atau tidak) otomatis merugikan perusahaan maka menjadikan efisiensi tidaklah efektif (rugi biaya, rugi waktu). Terkesan biaya yang keluar sangat kecil namun berdampak besar bagi kegiatan yang lainnya.

  1. 9.      Location, Location, Location,kelengkapan,service baru harga.

 

  1. 10.  Kita yang lebih butuh Pelanggan

Pelanggan adalah raja. Melayani seorang pelanggan atau pembeli secara baik adalah suatu keharusan supaya pelanggan merasa terpuaskan dan menjadi pelanggan setia. Kalau pelanggan merasa puas atas pelayanan sedikit banyak akan membuat virus terbaik atas pelayanan tanpa perintah. Para pelanggan dengan suka rela menceritakan hal-hal yang terbaik atas pelayanan dalam bisnis. Dengan tambahan beberapa pelanggan otomatis akan meningkatkan penghasilan. Bisnis tidak akan kehilangan pelanggan, justru akan bertambah banyak. Kepuasan pelanggan diawali dari pelayanan. Semua pelanggan akan merasa puas dengan apa yang diberikan pada mereka. Dan, itu merupakan kunci sukses bisnis.

Kepuasan pelanggan sifatnya sangat subyektif. Oleh karena itu mengapa dalam marketing mesti memilih segmennya dulu. Karena ada idiom begini: pada dasarnya kita tidak akan bisa memuaskan semua orang. Itu pasti. Tapi kita bisa memilih mau memuaskan siapa.

 

 

  1. 11.  Harga bukan satu satunya senjata untuk menang

Banyak retailer justru sama sama jatuh karena perang harga

Harga terbaik adalah kepantasan

Harga murah boleh tapi tidak semua harga murah dan tidak setiap hari

  1. 12.  Jadilah yang menawan

Menawan: Sering kita mengenal orang yang tidak terlalu cantik atau tampan, tapi sangat “charming”; menawan, memikat, membuat orang lain menyukainya. Sebenarnya apa yang membuat orang merasa seseorang itu menawan, atau membosankan?

Maka kalau toko kita tidak bisa tampil secantik mungkin ,sebaiknya kita harus menjadi menawan

Ada 5 hal yang membuat orang menjadi menawan, “5 A” adalah kuncinya:
Acceptance, atau penerimaan, adalah sebuah sikap menerima orang lain tanpa sinis-tisme atau sikap memandang rendah. Sikapnya positip dalam menerima orang lain “apa adanya”. Dengan sikap yang tulus berbagi senyum dan tawa, tanpa sebuah pengharapan akan balasan. Tidak ada iri, hanya ada senyum.

Appreciation, penghargaan, adalah A kedua. Selalu tulus mengatakan “terimakasih.” Sering dari sinar matanya saja kita tau dia berterimakasih dan menghargai, dan membuat kita merasa terhormat. Mata yang berbinar, gerak tubuh menghargai orang, membuat orang lain merasa spesial, membuat orang lain merasa istimewa.

Approval, menyetujui, apa yang dikatakan dan diceritakan itu. Kesamaan visi dan pendapat adalah kekuatan yang besar dalam networking. Kalau kita selalu berbeda pendapat, kita tidak akan dekat atau disukai orang. Persetujuan bukan berarti tidak ada perbedaan, tapi memahami dan menyetujui cara dan konsep orang itu tapi beda dalam beberapa pendapat adalah umum dan baik. Memuji adalah kunci dalam menyetujui pendapat orang. Memuji adalah kunci dalam membuat diri kita menawan.

Admiration, atau mengagumi. Tidak ada orang yang tidak suka dengan pengagumnya. Bintang filem, penyanyi kondang, orang terkenal, semuanya menerima dan menyukai fans-nya, karena manusia memiliki kehausan untuk dikagumi. Selalu tunjukkan kekaguman anda dengan tulus terhadap apa yang memang benar dan hebat dari orang tersebut.

Attention, atau perhatian, adalah kunci A kelima. Cobalah anda berbicara dengan orang, perhatikan baik2, dengarkan, dan lihat matanya, biarkan dia berbicara, lalu pelan2 rubahlan pandangan anda ketempat lain, maka sering orang ini akan berhenti bicara. Secara tidak sadar dia merasa malas meneruskan ceritanya karena anda tidak memperhatikan dia lagi. Perhatian kita membuat orang lain semangat dalam bercerita. Anggukkan kepala, beri signal positip, ulangi kalimat terakhirnya, beri komentar ringan sedikit, maka orang ini akan lebih semangat bercerita dengan anda.

Kata “menawan” mungkin berarti; orang itu menjadi begitu menarik, sehingga sepertinya hati kita tertawan olehnya. Nah kelima hal ini lah yang secara menyeluruh akan membuat anda menjadi orang yang menawan, lebih disukai orang , dan lebih sukses dalam pergaulan.

Jadi pada akhirnya, rahasia paling sederhana dari daya pikat adalah: “Membuat orang merasa dirinya diistimewakan.”

 

  1. 13.  Mulailah menggunakan media Online setidaknya untuk media branding maupun promosi

 

Surabaya (ANTARA News) – Jumlah pengguna situs jejaring sosial Facebook di Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi ketiga di dunia.”Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika, total ada 43,06 juta orang yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook.  Sekarang tertinggi ketiga di dunia,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko di Surabaya, Kamis.

untuk pengguna Twitter,Indonesia berada di urutan tertinggi kelima di dunia, dengan 19,5 juta pengguna. Sedangkan untuk total pengguna jasa internet di Indonesia sebanyak 55 juta orang.

Penutup

 

“Banyak cara untuk sukses”

 

Jangan hanya melakukan yang di inginkan pelanggan saja

Di Home Depot, Amerika Serikat, sebuah toko raksasa alat barang bangunan, pada pagi hari ketika toko baru buka, kasir baru ada satu dan anteran pembeli sudah panjang. Ada sorang anak muda mau membeli sekotak kecil paku yang harganya hanya 1.5 dollar, dia memberikan uang 100 dollar dengan muka malu dan meminta maaf karena tidak punya uang kecil.

Kasir ini kebingungan karena tidak punya uang kembali. Setelah berpikir sejenak, dia kembalikan uang 100 dollar nya pembeli, membuka dompet pribadinya, mengeluarkan 1.5 dollar nya sendiri, memasukkan kedalam kas, dan menyerahkan paku itu kepada pelanggannya, dan dicap lunas. Pembeli muda inipun mengucapkan terimakasih dan berjalan pulang.

Lewat 3 hari, ketika kasir ini sedang bekerja, tiba2 supervisor Home Depot datang dengan 2 orang ke arahnya, seorang anak muda dengan seorang agak tua. Ternyata itulah anak muda yang membeli paku 3 hari lalu. Dia heran ketika supervisornya menyalaminya dan mengenalkanpada tamu2 itu.

Tamu yang tua berkata: “ Nona kasir, kerjamu bagus sekali, anakku memujimu atas kejadian 3 hari yang lalu, dan aku kenal pemilik jaringan toko ini. Bisnisku diseberang sana, sebagai tanda penghargaan, sudah aku beritahukan kepada semua staff ku, sejak saat ini semua keperluan perusahaanku akan beli ditempat ini. Dan aku juga sudah menceritakan kerjamu yang baik pada atasanmu ini.”

Ternyata orang tua itu adalah pemilik satu perusahaan raksasa di dekat tokonya. Bisnis ratusan ribu dollar mengalir secara tetap keperusahaan hanya karena perbuatan kecil seorang kasir yang mau berbuat lebih untuk melayani pelanggannya.

Ketika kita bekerja, kemauan berbuat lebih, adalah salah satu kunci untuk membangun sukses kita. Jangan hanya melakukan yang di inginkan pelanggan saja, tapi lakukan dengan lebih dari apa yang diharapkan pelanggan kita. Melayani dengan baik sudah jadi norma umum, melakukan lebih menjadi keunggulan kompetitip kita sekarang.

Slamet rahardjo

  • Jl.Bugisan Selatan ,Tegalkenongo 03/08

Tirtonirmolo kasihan Bantul  Jogjakarta

  • Mobile : 08121524233,087839035211
  • YM                          : abufarros   
  • FB                          : Slamet Abu Farros
  • Email                      : abufarros@yahoo.co.id
  • Blog                        : https://abufarros.wordpress.com

                                        : http://tukangmejakasir.blogspot.com

 

profil cefeindo

Posted: Maret 28, 2011 in Uncategorized

Profil cefeindo
ORGANISASI
CEFEINDO merupakan Asosiasi CEFE Indonesia dan merupakan organisasi yang dinamis berorientasi pada pengembangan dan inovasi. CEFEINDO meyakini bahwa kewirausahaan memiliki memainkan peranan kunci dalam pembangunan nasional.
VISI
Visi yang dikembangkan adalah menjadi organisasi yang dikenal secara luas sebagai jejaring yang mempromosikan pengembangan kewirausahaan melalui pendekatan CEFE.
MISI
Dengan demikian kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan programatik dan kegiatan yang bertujuan untuk mengelola dan mengempangkan usaha yang berkualitas sekaligus sebagai katalisator kewirausahaan dan memberikan bimbingan pada perusahaan dengan menerapkan sistem berbasis program CEFE di Indonesia. Dengan misi ini, kami memberikan pelayanan dan penyediaan jasa dengan excellence, penuh dedikasi, inovasi, solidaritas, kompetensi & profesionalisme.
PROGRAM
CEFEINDO menawarkan seperangkat lengkap instrumen pelatihan yang didesain untuk menstimulasi secara positif usaha mikro, kecil dan menengah dan memberikan intervensi kontributif proses pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah pada pembangunan nasional. Dengan menggunakan metode pembelajaran eksperiensial untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi-kompetensi dalam dua kelompok aktor yang esensial:
• wirausaha yang telah ada maupun potensial – jadi mereka dapat ditingkatkan usahanya dan kinerja bisnisnya
• lembaga yang mendukung pengembangan usaha – jadi mereka dapat meningkatkan dan didorong untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih baik
sampai
• bisnis-bisnis, baru maupun yang telah ada
• pendidik
• pengambil keputusan dan kebijakan, yang menerapkan program
• beragam kelompok sasaran, petani, nelayan, koperasi, dll.
TANTANGANNYA ADALAH UNTUK…
• menciptakan lapangan kerja dan berkelanjutan –
Ketahanan kerja dan tingkat pendapatan yang mapan semakin langka di masa sekarang dan akan demikian seterusnya di masa yang akan datang. Peran tradisional laki-laki dan perempuan, amangers, karyawan dan wirausahawan tengah mengalami perubahan. Secara gradual, beberapa individu ingin memampukan diri agar dapat memobilisasi sumberdayanya baik personal maupun teknikal sekaligus finansial dan dukungan yang niscaya bagi proses perubahan yang dapat dikendalikan dan menjadi lebih baik.
• mempromosikan kewirausahaan di setiap sektor ekonomi-politik –
Dampak dari ekonomi pasar modern meningkatkan kebutuhan akan kreativitas, kesungguhan dan ketekunan, profil lak-laki dan perempuan wirausaha yang mampu untuk mengkomunikasikan gagasan cerdas dan kerja praksis yang efektif di tengah-tengah lingkungan yang senantiasa berubah dan sangat kompleks. Beberapa kecakapan yang penting sangatlah bermanfaat dan berdayaungkit bagi perubahan untuk membantu orang-orang mencapai lebih dari sekedar keadilan berpendapatan dan kesempatan yang setara di tengah-tengah masyarakat.
karena…
• jumlah penduduk dunia sedang meningkat pada saat yang sama jumlah daya serap industri terhadap angkatan kerja baru semakin tidak banyak berubah, apalagi bidang pekerjaan yang stabil dan full time. Usaha mikro, kecil dan menengah malahan telah dikenal sebagai kekuatan dinamis bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan redistribusi pendapatan di tengah-tengah masyarakat. Laki-laki dan perempuan yang membuka dan menjalankan usaha ini membutuhkan dukungan dan pelatihan agar dapat meningkatkan kapasitas personal, teknis dan kecakapan finansialnya yang selama ini tampak renggang dan kurang. Pendidikan tradisional dan pelatihan yang ada mengabaikan kebutuhan yang real sehingga kelangkaan akan kecakapan semakin nyata.
PENDEKATAN YANG DITAWARKAN
memberdayakan orang per orang untuk mengembangkan (lebih lagi) perilaku kewirausahaan melalui:
• pengembangan diri mereka sendiri –
partisipan menjadi lebih awas dan sadar terhadap diri sendiri, kecakapannya, kekuatan dan kelemahannya, nilai-nilai dan motivasinya, sumberdaya yang ada dan semua kemampuan melalui partisipasi penuh dalam kursus pembelajaran CEFE. Sekali mereka awas dan menyadari akan kapabilitas yang dimiliki sebagaimana mungkin kekurangan dan keterbatasan yang ada, mereka bisa memulai untuk bekerja pada diri mereka sendiri dalam konteks lingkungan pembelajaran yang aman dan terkendali.
• pengembangan kecakapan mereka –
pengetahuan akan kecakapan teknis manajerial sangatlah dibutuhkan menjadi pelengkap proses pembelajaran individual. Pemasaran, produksi, menejemen dan organisasi, finansial, dan perencanaan usaha adalah elemen kunci dari seluruh proses ini.
• meningkatkan lingkungan yang kondusif –
pengambil keputusan dan staf di dalam lembaga atau badan pemerintah atau pendukung memainkan peranan vital untuk membolehkan para wirausaha beraksi, dan sudah semestinya dilibatkan di berbagai proses pembangunan. Melalui partisipasi dalam lokakarya yang apresiatif seperti ini akan menjadikan berbagai pihak terutama pemerintah memahami masalah yang dihadapi oleh para pengusaha dan wirausaha, dan dengan demikian dapat merespon berupa dukungan yang tepat sesudahnya.
sebagai konsekuensinya CEFE adalah…
• berorientasi ke subyek partisipan
partisipan haruslah menjadi pemilik dan mengatur proses dari pembelajaran diri mereka sendiri yang difasilitasi oleh pelatih CEFE.
• berorientasi pada tindakan aksi
program CEFE adalah dipandu oleh prinsip-prinsip pembelajaran tindakan dan berbasis pengalaman. Dengan cara demikian, partisipan bekerja dalam masalah yang praktikal, mengeksplorasi diri mereka sendiri dan membangun hubungan antara teori dan praktek.

Tahun 2011 adalah tahun cantik dalam sejarah. Jika diperhatikan dengan seksama, 2011 adalah tahun pertama di dekade kedua dalam milenium ketiga menurut kalender Masehi. Di Indonesia sendiri, 2011 akan tercatat dalam tonggak sejarah pemasaran. Pasalnya, perilaku konsumen akan berubah drastis menjadi lebih konsumtif baik karena didorong oleh semakin meningkatnya kesejahteraan (GDP per kapita mencapai USD 3000) maupun semakin banyaknya pendekatan pemasaran yang memicu konsumsi.

Apa saja yang akan terjadi di tahun 2011 yang menarik bagi pemasar? Di MarkPlus, kami melihat Indonesia akan semakin merasakan tren 3C: semakin connected-nya masyarakat Indonesia karena dorongan teknologi, semakin credible-nya posisi Indonesia di dunia, dan semakincreative-nya pasar Indonesia. Di artikel ini, kami akan berfokus pada pergeseran pasar Indonesia menjadi semakin kreatif karena dominasi pasarurban, middle class, dan youth-women-netizen dan strategi generik yang dibutuhkan perusahan di tahun 2011. Pertama, simak tren perubahan pasar hasil pantauan MarkPlus Consulting berikut. Ada beberapa tren perubahan yang kudu diperhatikan oleh para pemasar. Setelah itu, ada sembilan strategi generik marketing yang ditawarkan untuk dijalan di sepanjang tahun 2011.

Urban Movement
Diestimasi di akhir tahun 2010, sudah separuh lebih penduduk Indonesia menghuni daerah urban. Ini menjadi titik balik dari kondisi dalam lima tahun terakhir di mana penduduk pedesaan masih sedikit lebih banyak dari penduduk perkotaan. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) pernah memprediksi bahwa dengan tren sekarang, di tahun 2025 sekitar 68% penduduk akan bermukim di daerah perkotaan. Karena itu tidak berlebihan jika MarkPlus Consulting menyoroti tren urban movement di 2011.

Perpindahan menuju daerah perkotaan mempunyai banyak implikasi bagi psikografi dan perilaku konsumen. Pertama, pengeluaran konsumen cenderung akan meningkat karena biaya hidup dan pola konsumsi yang meningkat. Karena Social Economic Status (SES) dan posisi konsumen dalam piramida perekonomian di Indonesia ditentukan berdasarkan tingkat pengeluarannya, kita akan melihat perpindahan konsumen dari bawah piramida ke tingkat yang lebih tinggi. […]
Artikel lengkapnya bisa dibaca di Majalah Marketeers edisi Januari 2011 yang akan terbit bersamaan dengan MarkPlus Conference 2011 “Grow With The Next Marketing-Connect Now!”, pada 16 Desember 2010 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place.

menguak tren 2010

Posted: Maret 29, 2010 in management

Menguak 9 Tren 2010

Apa saja trend perkembangan global yang paling mewarnai kehidupan ekonomi dan bisnis 2010

1.       Gelombang besar teknologi sosial dan virtual

Teknologi sosial akan semakin menjadi trend global sehingga pengguna facebook akan mencapai setengah miliar orang dan dunia hiburan diilhami oleh teknologi virtual  dan manusia nyata bisa bertemu dengan makhluk digital didunia.

2.       Wabah kecerdasan kolektif

Perusahaan kelas dunia mulai memanfaatkan kecerdasan kolekif (collective intelligence) dengan menampung individu yang tersebar diseluruh dunia. Lebih banyak yang mikir lebih efektif solusinya.

3.       Demokratisasi kewirausahaan dunia

Semakin berkembangnya teknologi informasi  membuat makin banyak penduduk  didunia yang mendirikan usaha. Kewirausahaan bukan lagi monopoli perusahaan besar dengan modal besar.

4.       Ekonomi “hijau”

Dunia akan memasuki kebiasaan yang ramah lingkungan, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan rumah tangga.

5.       Semaraknya model bisnis alternatif

Dunia bisnis tela lahir media alternative berbasiskan mobile dan online disamping media tradisional seperti televise, radio dan media cetak.

6.       Inovator “menghancurkan” dari Cina dan India

Inovasi yang tidak sempurna, namun dengan label harga yang murah secara perlahan telah menggerogoti pasar menjadi strategi jitu usaha kecil dan menengah dalam menumbangkan usaha besar yang mejadi jawara bertahan.

7.       Dunia Barat mulai merangkul dan belajar dari dunia Timur

Investor terkemuka dunia Jim Rogers mengatakan ”if you were smart in 1807 you moved to London, if you were smart in 1907 you moved to New York city, and if you are smart in 2007 you move to Asia

8.       Berakhirnya inovasi keuangan yang tak teruji

Pasca krisis global dunia keuangan di AS dan Eropa mulai menekankan pentingnya produk keuangan dengan resiko yang lebih teruji sebagai bagian dari good governance.

9.       Lahirnya paradigm pemikiran design

Paradigma baru ini berguna untuk menyeleaikan berbagai masalah dunia seperti untuk mendesain solusi untuk mengenatskan kemiskinan, masalah polusi, masalah social, masalah produk/jasa baru.

Oleh: DR. Yanto Chandra (Assistant Professor  di Amsterdam Business School, University of Amsterdam, the Netherlands)

Sumber:  Majalah Investor, Februari 2010

Penulis : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’

Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;
Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran- pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.
Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10) dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71) dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)
Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan- kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan , acara-acara, dan musyawarah-musyawar ah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)
Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.
Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.
Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.
Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.
Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat- Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh- Nya dan menjadikan tipu daya mereka boomerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa.
Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.

Diterjemahkan dari http://www.sahab. net/home/ index.php? threads_id= 152

hypermarket

Memasarkan snack tradisional di modern outlet
Oleh : Slamet Rahardjo

Materi ini saya sampaikan pada pelatihan PENGEMBANGAN KEMITRAAN UNTUK UKM KERAJINAN DI JAWA TENGAN pada 27 November 2008 di Semarang acara tersebut diselenggarakan oleh DEPPERINDAGKOP Propinsi Jateng bekerja sama dengan Jateng Ventura.

1. Toko Modern
Toko Modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Departemen Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan.

hypermart

2. Jenis Bisnis Ritel Modern atau modern outlet
• Minimarket kurang dari 400 m2;
• Supermarket 400 m2 s/d 5.000 m2;
• Hypermarket diatas 5.000 m2;
• Departemen Store diatas 400 m2;
• Perkulakan diatas5 .000 m2.
• BATASAN LUAS LANTAI PENJUALAN TOKO MODERN (PERPRES 112/2007)(2007)

alll

minimarket

matahari

supermarket

ramayana

departement store

caref1

hypermarket

itc1

pusat perkulakan

3. Kenapa outlet modern lebih menarik dan berkembang
• Pasarmodern yang banyak tumbuh dan berkembang di tempat yang strategis mudah dijangkau oleh sarana transportasi
• Banyak pilihan barang
• Ada kepastian harga
• Kualitas lebih terjamin
• Tempat sejuk,bersih,nyaman.
• Pelayanan lebih baik
• Bisa rekreasi atau Window shoping
• dll

sm

4. Kenapa pasar tradisional makin kecil market sharenya
• Pasar modern terus tumbuh bahkan sampai ke kota kecamatan.
• Pasar tradisional mempunyai kesan kumuh.
• Dagangan yang bersifat makanan siap saji mempunyai kesan kurang higienis.
• Kurang ada kepastian harga.
• Kurang bergengsi
• Kurang nyaman

psr-tradi

psr-tradi2

psr-trad3

5. Snack di modern outlet
• Memiliki kontribusi omzet maupun profit yang baik bagi toko
• Salah satu kelompok barang yang dicari konsumen (masuk kategori fast moving dan sedang)
• Mudah dijual dan mudah di cari sumbernya
• Di outlet modern biasanya terdiri dari
snack pabrikan (modern)
Snack tradisional kemasan
Snack tradisional curah

ata

6. Snack selalu dibutuhkan
• Sejak dulu camilan atau snack menjadi alternatif makanan bagi masyarakat di segala jenjang usia.
• Mulai dari manisan, dodol, bakpia hingga beragam jenis keripik yang enak dan asyik dinikmati setiap saat.
• Ditambah dengan kebiasaan masyarakat kita menyantap camilan saat santai sambil menonton televisi, atau pada acara-acara resmi seperti jamuan penting, menu camilan tak pernah ketinggalan.
• Tak heran jika banyak orang tertarik menggeluti bidang bisnis yang satu ini. Keuntungannya yang besar sangat menggiurkan terutama mudahnya mendapatkan bahan baku.
• Selain itu ketrampilan proses pembuatannya juga dapat dipelajari dengan cepat.

cprn

7. Prospek
• Prospek bisnis makanan camilan atau snack tetap prospek sepanjang waktu selama dibarengi dengan inovasi baru, baik dalam hal citarasa, penampilan, pencitraan (image), serta trik-trik pemasaran yang selalu segar dan kreatif.

8. Peluangnya
• Bisnis ini peluangnya masih cukup menjanjikan tetapi tingkat persaingannya juga sudah sangat ketat,hanya produk yang memiliki kelebihan kelebihan yang akan mendapat tempat di tempat yang strategis maupun hati konsumen.
• Snack tradisional sebagian besar belum dikelola dengan baik. Padahal snack tradisional merupakan satu diantara produk makanan yang menjanjikan.
• Berbisnis berskala home industry memang menarik kita simak. Terutama yang berfokus pada bisnis makanan. Melihat prospek kedepan, peluang bisnis makanan nampak terus bergeliat dan terus bergulir. Kenyataannya memang demikian,pada perkembangannya bisnis dari rumahan malah bisa berkembang di wilayah bisnis kelas menengah.

fw3

9. Latar belakang
• Banyak pengusaha kecil yang bergerak di bidang makanan ringan tradisional belum bisa memasarkan produknya secara optimal.
• Sangat sedikit yang telah menggunakan management professional kebanyakan belum terkelola dengan baik.
• Jumlah toko baik tradisional maupun modern sebagai saluran distribusi terus bertambah,menjadikan peluang bisnis ini tetap memiliki prospek bagus.
• Belum banyak pemasok snack tradisional yang professional.
• Mayoritas pengusaha snack tradisional produknya masih kurang dapat dipertanggungjawabkan dari segi kesehatan,mutu,hygienes,serta perlindungan konsumen atas produk yang dikonsumsinya.
• Pengusaha snack tradisional lebih berorientasi pada kepentingan jangka pendek yaitu cari untung sebanyak banyaknya dengan biaya semurah murahnya sehingga kurang memperhatikan keselamatan dan kepentingan konsumen.

hp

10. Pertimbangan toko modern dalam membeli barang
• Produk yang Tepat
• Waktu yang Tepat
• Tempat yang Tepat
• Harga yang Tepat
• Kuantitas yang Tepat
• Kualitas yang Tepat
• Dijual dengan cara yang Tepat

11. 7 t
• 1.Produk yang Tepat
Jenis,Ukuran,Model,Merk,Warna,Ukuran
dan lainnya yang ingin dibeli konsumen
• 2.Waktu yang Tepat
Keberadaan barang di toko tersebut
adalah pada saat konsumenmembutuhkannya
• 3.Tempat yang Tepat
Merujuk pada lokasi toko Barang apa yang selayaknya
ada di suatu toko Pemajangan di dalam toko secara
baik dan benar
• 4.Harga yang Tepat
Tingkat harga barang yang pantas
dapat bersaing dengan kompetitor
Masih memberikan keuntungan yang optimal
bagi toko

croky
• 5.Kuantitas yang Tepat
Jumlah barang disesuaikan dengan tingkat
kebutuhan konsumen (penjualan)
Toko tidak ingin sampai memiliki spout out
(di display) dan spout in (di toilet toko).
Spout out (kekosongan stock) di display
mengkomunikasikan seolah-olah toko sedang
MERANA, tidak sanggup membeli stock!
• 6.Kualitas yang Tepat
Kualitas barang harus disesuaikan dengan
mayoritas segmen konsumen tingkat daya
beli konsumen dan selera konsumen
• 7.Dijual dengan cara yang Tepat
Pemajangan bagus,Ada Label harga dan
benar,Tidak ada unsur penipuan,Mematui
aturan pemerintah/UU Perlindungan
Konsumen,Tidak memaksa konsumen untuk
Beli,Memiliki penunjang product knowledge
yang baik

pitsa-chips

12. Tips1
• Membuat desain kemasan yang bagus sebaiknya menggunakan jasa professional.
• Dalam mendesain packaging, fungsi juga merupakan salah satu pertimbangan utama yang menentukan bentuk yang spesifik dari kemasan produk. Fungsi packaging seringkali juga dapat dijadikan Unique Selling Point, karena berpengaruh langsung terhadap pemakaian produk. Misalnya seperti tutup yang lebih mudah dibuka, botol yang lebih enak digenggam, dan lain sebagainya.
• perancangan kemasan
• perancangan kemasan yang baik dan dapat mengangkat citra makanan tsb.
• Desain kemasan yang disesuaikan dengan karakteristik makanan tsb.
• Penempatan pesan secara efektif dalam perancangan kemasan

cc

13. Tips2
• Membuat produk yang disesuaikan dengan standar balai POM,DEPKES,YLKI dan lain lain.
• Mengurus legalitas produk di pemerintah (PIRT)
• Di kalangan ibu rumah tangga, ternyata banyak yang benar-benar mencoba membaca keterangan produk di kemasannya ,kemudian membandingkannya satu dengan yang lain, untuk kemudian mereka memilih produk yang menurut mereka paling banyak mengandung bahan-bahan yang ramah lingkungan sehat serta bermanfaat.

po

14. Tips 3
• Mengekspos keunggulan produk pada media yang bisa di baca oleh masyarakat ,majalah,Koran,website,brosur,foster,leaflat,se,radio,lebaran dll
• Ikut pameran pada event event tertentu

15. Tips 4
• Mutu barang dan hygienes harus ditonjolkan,karena mayoritas masyarakat sudah sadar akan nilai kesehatan.

16. Tips5
• Jika memungkinkan menyewa space di mall atau supermarket atau toko toko yang potensial untuk sarana promosi sekaligus outlet penjualan

floor

17. Tips6
• Melakukan kerja sama dengan toko dalam hal penjualan barang. Misalnya sewa gondola,floor display,parcel,program diskon event tertentu.

18. Tips7
• Jika belum memungkinkan jangan masuk dulu pada toko toko yang besar seperti hypermarket ,supermarket nasional ,karena bagi pengusaha kecil terlalu banyak syarat yang memberatkan contoh ada toko yang memberlakuan syarat seperti : listing fee, minus margin, fixed rebate, payment term, regular discount, common assortment cost, opening cost/new store, penalty dll.

19. Tips7 Perhatikan aturan pemerintah

keadilan1
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 7 TAHUN 1996TENTANG PANGAN
• UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
• KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 942/MENKES/SK/VII/2003
TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN
• DLL

20. Yang diinginkan peritel modern
• Intinya toko tidak mau menanggungg resiko kerugian
• Ada jaminan stock barang tidak sampai kosong karena pengiriman telat atau karena tidak bisa produksi
• Adanya kerjasama program pendorong penjualan.
• Toko sangat memperhatikan space manajemen.
• Supliyer menyewa gondola/space.
• Toko berorientasi mana yang lebih menguntungkan

gembok-list

21. pertimbangan2
• Sebagian besar pemasok retail modern saat ini bertahan menyuplai barang ke supermarket besar hanya dengan satu tujuan yaitu promosi produk.
• “Untuk hypermarket besar, seperti Carefour dalam sehari saja dikunjungi 5.000 orang dan kalau akhir pekan bisa dua kali lipat, jadi kalau bisa pasang barang di sana seperti pasang iklan di televisi,” katanya.
• Pengelola ritel sering melakukan pemotongan tagihan pemasok tanpa persetujuan dan tidak segan-segan mengembalikan barang yang sudah dibeli tanpa kesepakatan kedua pihak.
• Sejumlah pemasok kerap mengeluhkan adanya pengelola hypermarket yang memberlakukan denda service level. Padahal service level sebenarnya ditawarkan pemasok jika ada hambatan distribusi atau pun produksi.
• Begitu banyaknya produk makanan ringan yang ada di pasaran. Produsennya mulai dari industri rumah tangga hingga produsen besar. Bahkan beberapa supermarket pun mulai marak memproduksi snack food dengan merek mereka sendiri (house brand).
• Hasil Survei Jurnal Halal LP POM MUI yang dilakukan beberapa kali, menunjukkan bahwa banyak sekali makanan ringan yang mencantumkan label halal tanpa sertifikat halal. Hal ini tentunya melanggar ketentuan yang telah ada, bahwa pencantuman label halal harus melalui pemeriksaan LP POM MUI.

berry

22. Administratif
• Masing-masing supermarket, punya prosedur sendiri dalam menerima pemasok. Secara umum, anda akan diminta untuk menyiapkan surat penawaran atau proposal dilampiri
• akte pendirian badan usaha,
• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP),
• surat-surat lainnya (NPWP, PKP, domisili dll),
• sampel barang,
• serta penawaran harga dan sistem pembayaran.
• Setelah itu, anda akan diminta menunggu persetujuan dari pihak supermarket.

23. Cara menjadi supliyer
• Bila ingin menitipkan dagangan ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu hubungi Divisi yang menangani supplier di supermarket tersebut.
• Mintalah detail dan sejelas jelasnya tentang skema kerja sama yang ditawarkan supermarket tersebut karena tiap supermarket mempunyai sistem yang berbeda-beda.
• Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas dan kuantitas barang yang diminta.
• Masalah harga yang disepakati apakah sudah menutupi semua ongkos produksi dan memberi keuntungan.
• Perhatikan bagaimana sistem pembayarannya agar tidak menganggu arus kas perusahaan.
• Kemudian bagaimana pengiriman produknya apakah sesuai dengan kemampuan produksi perusahaan
• Standart pengemasan, isi perkarton dll
• perhatikan juga soal retur (pengembalian bila tidak laku terjual).
• Biasanya supermarket besar menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) bagi para pemasoknya, dengan margin yang didapat sekitar 10 – 30 %.
• Margin ini diperoleh dari selisih antara harga dari pemasok dengan harga penjualan.
• Beberapa supermarket yang menerapkan sistem ini dalam tempo 2 – 3 bulan.. Kondisi ini menyebabkan pemasok harus siap permodalan yang besar untuk menutupi ongkos produksi berikutnya.
• Faktor lain yang perlu diperhatikan bila memasok barang ke supermarket adalah sistem minus margin, artinya pemasok tak boleh menjual produk ke peritel lain dengan harga lebih rendah. Tetapi praktek seperti ini sudah jarang karena dianggap kurang fair.

24. Listing fee

duit1
• Listing fee adalah biaya yang disyaratkan peritel bagi pemasok sebelum memasukkan produknya ke pasar atau toko tradisional. Sementara minus margin adalah ketentuan yang mengharuskan pemasok untuk membayar kerugian pada peritel jika pemasok terbukti menjual barang dengan harga lebih murah kepada peritel lain.

25. Batasan listing fee untuk produk baru di toko modern
• Hipermarket: < 500.000 – 5.000.000
• Supermarket: 1.000, toko: < 1.000.000
• Minimarket yang punya: 501-1.000, toko: < 500.000
• Minimarket yang punya: 1-500, toko: < 150.000
• Minimarket lainnya: < Rp 10.000
Sumber:
Draf Permendag Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern versi Agustus 2008

26. Biaya pasok dan promosi produk baru di ritel modern (Rp/produk
• Merek toko jumlah toko Listing (Rp)*

• Minimarket Alfamart 2.5  juta
• Super.Foodmart+hiper. Hypermart 29+39 16,5 juta
• Hipermarket Giant 22 10 juta
• Supermarket Naga 8 5,5 juta
• Supermarket Yogya 53 5,5 juta
• Supermarket Lion Superindo 61 5 juta
• Supermarket Hero/Giant 94 4 juta
• Supermarket Hari Hari 7 3,5 juta
• Minimarket Yomart 150 3,5 juta
• Supermarrket D’Best 6 3 juta
• Ramayana 100 3 juta
• Tip Top 7 1,375 juta
• Supermarket Sabar Subur 4 1,25 juta
• Supermarket Ada Swalayan 1 0,5 juta
• Hipermarket Carrefour+Alfa 41+29 0,5 juta
• Supermarket Asia SM 4 –
• Supermarket Borma 12 –

* Listing fee untuk seluruh gerai Dari berbagai sumber, 2008

27. Bagaimana memulai

danish
• 1.Untuk mengawali tidak harus masuk toko yang besar lebih dahulu, bisa diawali dengan masuk ke minimarket lokal ,kantin kampus,toko kelontong,warung,rumah makan dll.
• 2.Manfaatkan toko2 yang belum menerapkan listing fee yang besar. Atau bahkan tidak memberlakukan hal tsb.
• 3.Yang penting omzetnya bukan dimana barang kita di jual
• Sama dengan yang lain untuk sukses di bisnis snack tidak bisa instant perlu niat yang sungguh sungguh,ulet ,telaten dan konsisten.

fdd
• 7. Lakukan efisiensi
• 8. Pelajari lagi apa yang diinginkan konsumen
• 9. Butuh banyak referensi

hhth
• 10. Optimis jangan takut ditolak
• 11. Lakukan perbaikan terus menerus
• 12.Jika masuk pasar modern harus cermat dan hati hati dalam melakukan negosiasi kesalahan memahami kalimat bisa membuat kerugian di kemudian hari

permt
• 13.Sudah banyak pengusaha kecil yang sukses anda juga memiliki kesempatan yang sama.
• 14.Yang menentukan akhirnya adalah konsumen maka makin baik produk yang kita jual makin besar kemungkinan dipilih konsumen.

al

28. Selesai
• Selamat memasuki modern outlet
• Selamat mencoba
• Semoga sukses
• amin

sfegr

Kiat Membuka Usaha Ritel

Posted: Desember 6, 2008 in Uncategorized
Tag:

storefront01

Tulisan di bawah ini disarikan kembali berdasarkan live talkshow yang diadakan pada Hari Senin, 09 Juni 2008 di D-Radio 103.4 FM berdasarkan tanya jawab dari host talkshow, Mbak Riri Wijaya serta dari jawaban yang ditanyakan oleh pendengar baik yang disampaikan via telepon ke studio maupun melalui SMS. Mas Ery sebagai narasumber praktisi juga akan menuliskan summarynya sendiri.
Apakah Bisnis Ritel?
Bisnis ritel atau bisnis eceran adalah bisnis yang menyalurkan barang maupun jasa kepada pengguna akhir. Dari definisi di atas maka bisa dilihat bahwa bisnis ritel berkembang dari bisnis ritel skala kecil seperti warung rokok pinggir jalan, pengasong, penjual sayur gerobak dorong.
Skala menengah dalam bentuk mini market, convenience store, dan supermarket. Dan skala besar: jaringan supermarket, department store sampai ke skala hypermarket dan superstore.
Jika sebuah pengecer memberikan harga lebih murah karena membeli banyak maka pengecer tersebut bukanlah menjalankan bisnis ritel melainkan bisnis grosir (wholesaler).
Pertimbangan Sebelum Masuk
Calon pebisnis hendaknya memiliki Passion (hasrat yang mendalam) di bisnis ini, jangan hanya ikut-ikutan dikarenakan melihat sukses orang lain. Pilih produk yang yang Anda sukai yang akan dijadikan barang dagangan untuk bisnis ritel kita.
Keterbatasan Modal
Jika modal terbatas maka kita mulai bisnis dari kecil dahulu.
Modal untuk barang dagangan misalnya, sebenarnya jika bisnisnya sudah mulai tumbuh dan mendapatkan kepercayaan dari pemasok maka kita tidak membutuhkan modal sendiri untuk memenuhi isi toko. Pada saat kita membeli barang kita tidak perlu membayar secara tunai melainkan memperoleh tempo pembayaran mulai dari 2 minggu sampai 1 bulan. Memang yang harus diupayakan adalah memilih barang dan mengelolanya agar bisa terjual di bawah tempo pembayaran yang diberikan oleh pemasok.
Karena itu sedari awal kita harus menjadikan bisnis ritel kita terlihat prospektif baik bagi pelanggan maupun bagi pemasok.
Memang butuh modal untuk investasi awal untuk infrastruktur, sewa tempat, rak, lampu dan pendingin ruang. Meskipun demikian lagi-lagi kita bisa mulai dari toko yang sederhana pada awalnya atau disesuaikan dengan kemampuan.
Sense Business (Kepekaan akan Bisnis)
Mutlak dibutuhkan sense of business. Memang bisnis ritel terlihat sangat simple. Beli barang dengan modal 100 dijual dengan harga 150 sudah untung. Pada kenyataannya jika bisnis memasuki persaingan maka mau tidak mau sense of business dari pelakunya dibutuhkan untuk menghadapi persaingan, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dan lain sebagainya.
Penetapan Keuntungan
Kita yang paling tahu dalam menetapkan harga jual sesuai dengan kebutuhan kita dalam menutupi biaya-biaya bisnis.
Dalam strategi penetapan harga maka memberi harga murah bukan berarti semua harga harus ditetapkan murah. Yang dianjurkan adalah menetapkan harga murah untuk barang-barang yang terkelompok barang yang paling mudah diingat oleh pelanggan. Karena dengan cara itulah kita membentuk persepsi pelanggan terhadap keseluruhan harga dari barang-barang yang dijual di toko kita.
Bagi Pemula
Selain memiliki passion di binis ritel selanjutnya harus dicek potensi pasar dari bisnis ritel yang kita pilih. Apakah tersedia cukup pasar? Jika tersedia maka kita bisa masuk. Memang bagi seorang pemula maka dia harus belajar yang bisa didapatkan mulai dari mengikuti seminar, pelatihan, membaca buku, atau meminta bantuan konsultan.
Usaha Ritel yang Prospektif.
Jika kita memang menyenangi sebuah bisnis ritel yang kita pilih dan pasarnya tersedia maka semua bisnis ritel itu akan jadi prospektif. Jangan dibalik dengan bertanya bisnis ritel apa yang prospektif? Kalau kelihatannya prospektif kita ikut masuk. Nah, inilah yang saya katakan sebagai bisnis dengan gaya “ikut-ikutan” karena kelihatannya sebuah bisnis bagus sehingga kita ikut masuk.
Apakah After Sales Service Dibutuhkan untuk Bisnis Ritel?
Bisnis ritel biasanya melayani masyarakat sekitar dan sesungguhnya kita hidup dari pelanggan setia yang kembali lagi dan lagi. Karena itu after sales service menjadi suatu yang mutlak untuk dimiliki oleh peritel. Peritel yang menyediakan after sales service adalah peritel yang mampu mempertahankan pelanggannya.
Franchise atau Usaha Sendiri
Mari kita lihat baik dari keuntungan maupun kelemahan dari sistem bisnis ritel franchise
Keuntungan dari Franchise:
Pertama, sudah ada sistem dan dukungan manajemen dari Franchisor sehingga bagi pemula lebih cepat untuk memulai.
Kedua, sudah terkenal sehingga lebih mudah menarik pelanggan, imagepun sudah terbentuk berkat promosi yang gencar.
Kelemahan dari Franchise:
Pertama, biaya franchise relatif mahal dengan ROI yang relatif panjang. ROI baru terjadi rata-rata setelah 46 bulan sementara masa franchise hanya 60 bulan. Waktu untuk menikmati hasil tidak terlalu panjang.
Kedua, kreativitas pemilik terbatasi oleh standar operasi perusahaan yang baku. Tidak terlalu menguntungkan jika harus menghadapi persaingan yang ketat. Dan tidak bisa lincah mengantisipasi perubahan.
Ketiga, masih harus membayar royalty fee kepada franchisor. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat profit dari bisnis ritel yang relatif kecil.
Pencitraan atau Keuntungan yang Utama?
Pemain baru berkepentingan merebut market share terlebih dahulu sehingga profit bukan menjadi tujuan utama melainkan akan menjadi akibat dari bisnis yang dikelola dengan benar. Layani kebutuhan konsumen anda sebaik-baiknya maka profit akan datang sendiri.
Bisnis Ritel sebagai Usaha Sampingan
Jika kita menjalankan usaha ritel sebagai usaha sampingan maka tidak heran jika hasilnya pun akan menjadi sampingan pula.
Masihkan Ada Peluang?
Masih ada peluang sejauh ada pasar. Kuncinya kembali ke pengelolaan bisnis itu sendiri.
Tambahan informasi bagi pemula yang ingin belajar dan menambah pengetahuan bisnis ritel, bisa dengan membaca buku-buku dari rangkaian Retail Excellence Series yang saya tulis:
“How to Operate Your Store Effectively yet Efficiently” No ISBN :978-979-27-1320-6
“What I Learned from Hypermarket Business” No ISBN: 978-979-27-2294-9
Keduanya terbitan Elex Media. Semua dalam bahasa Indonesia.