Kiat Membuka Usaha Ritel

Posted: Desember 6, 2008 in Uncategorized
Tag:

storefront01

Tulisan di bawah ini disarikan kembali berdasarkan live talkshow yang diadakan pada Hari Senin, 09 Juni 2008 di D-Radio 103.4 FM berdasarkan tanya jawab dari host talkshow, Mbak Riri Wijaya serta dari jawaban yang ditanyakan oleh pendengar baik yang disampaikan via telepon ke studio maupun melalui SMS. Mas Ery sebagai narasumber praktisi juga akan menuliskan summarynya sendiri.
Apakah Bisnis Ritel?
Bisnis ritel atau bisnis eceran adalah bisnis yang menyalurkan barang maupun jasa kepada pengguna akhir. Dari definisi di atas maka bisa dilihat bahwa bisnis ritel berkembang dari bisnis ritel skala kecil seperti warung rokok pinggir jalan, pengasong, penjual sayur gerobak dorong.
Skala menengah dalam bentuk mini market, convenience store, dan supermarket. Dan skala besar: jaringan supermarket, department store sampai ke skala hypermarket dan superstore.
Jika sebuah pengecer memberikan harga lebih murah karena membeli banyak maka pengecer tersebut bukanlah menjalankan bisnis ritel melainkan bisnis grosir (wholesaler).
Pertimbangan Sebelum Masuk
Calon pebisnis hendaknya memiliki Passion (hasrat yang mendalam) di bisnis ini, jangan hanya ikut-ikutan dikarenakan melihat sukses orang lain. Pilih produk yang yang Anda sukai yang akan dijadikan barang dagangan untuk bisnis ritel kita.
Keterbatasan Modal
Jika modal terbatas maka kita mulai bisnis dari kecil dahulu.
Modal untuk barang dagangan misalnya, sebenarnya jika bisnisnya sudah mulai tumbuh dan mendapatkan kepercayaan dari pemasok maka kita tidak membutuhkan modal sendiri untuk memenuhi isi toko. Pada saat kita membeli barang kita tidak perlu membayar secara tunai melainkan memperoleh tempo pembayaran mulai dari 2 minggu sampai 1 bulan. Memang yang harus diupayakan adalah memilih barang dan mengelolanya agar bisa terjual di bawah tempo pembayaran yang diberikan oleh pemasok.
Karena itu sedari awal kita harus menjadikan bisnis ritel kita terlihat prospektif baik bagi pelanggan maupun bagi pemasok.
Memang butuh modal untuk investasi awal untuk infrastruktur, sewa tempat, rak, lampu dan pendingin ruang. Meskipun demikian lagi-lagi kita bisa mulai dari toko yang sederhana pada awalnya atau disesuaikan dengan kemampuan.
Sense Business (Kepekaan akan Bisnis)
Mutlak dibutuhkan sense of business. Memang bisnis ritel terlihat sangat simple. Beli barang dengan modal 100 dijual dengan harga 150 sudah untung. Pada kenyataannya jika bisnis memasuki persaingan maka mau tidak mau sense of business dari pelakunya dibutuhkan untuk menghadapi persaingan, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dan lain sebagainya.
Penetapan Keuntungan
Kita yang paling tahu dalam menetapkan harga jual sesuai dengan kebutuhan kita dalam menutupi biaya-biaya bisnis.
Dalam strategi penetapan harga maka memberi harga murah bukan berarti semua harga harus ditetapkan murah. Yang dianjurkan adalah menetapkan harga murah untuk barang-barang yang terkelompok barang yang paling mudah diingat oleh pelanggan. Karena dengan cara itulah kita membentuk persepsi pelanggan terhadap keseluruhan harga dari barang-barang yang dijual di toko kita.
Bagi Pemula
Selain memiliki passion di binis ritel selanjutnya harus dicek potensi pasar dari bisnis ritel yang kita pilih. Apakah tersedia cukup pasar? Jika tersedia maka kita bisa masuk. Memang bagi seorang pemula maka dia harus belajar yang bisa didapatkan mulai dari mengikuti seminar, pelatihan, membaca buku, atau meminta bantuan konsultan.
Usaha Ritel yang Prospektif.
Jika kita memang menyenangi sebuah bisnis ritel yang kita pilih dan pasarnya tersedia maka semua bisnis ritel itu akan jadi prospektif. Jangan dibalik dengan bertanya bisnis ritel apa yang prospektif? Kalau kelihatannya prospektif kita ikut masuk. Nah, inilah yang saya katakan sebagai bisnis dengan gaya “ikut-ikutan” karena kelihatannya sebuah bisnis bagus sehingga kita ikut masuk.
Apakah After Sales Service Dibutuhkan untuk Bisnis Ritel?
Bisnis ritel biasanya melayani masyarakat sekitar dan sesungguhnya kita hidup dari pelanggan setia yang kembali lagi dan lagi. Karena itu after sales service menjadi suatu yang mutlak untuk dimiliki oleh peritel. Peritel yang menyediakan after sales service adalah peritel yang mampu mempertahankan pelanggannya.
Franchise atau Usaha Sendiri
Mari kita lihat baik dari keuntungan maupun kelemahan dari sistem bisnis ritel franchise
Keuntungan dari Franchise:
Pertama, sudah ada sistem dan dukungan manajemen dari Franchisor sehingga bagi pemula lebih cepat untuk memulai.
Kedua, sudah terkenal sehingga lebih mudah menarik pelanggan, imagepun sudah terbentuk berkat promosi yang gencar.
Kelemahan dari Franchise:
Pertama, biaya franchise relatif mahal dengan ROI yang relatif panjang. ROI baru terjadi rata-rata setelah 46 bulan sementara masa franchise hanya 60 bulan. Waktu untuk menikmati hasil tidak terlalu panjang.
Kedua, kreativitas pemilik terbatasi oleh standar operasi perusahaan yang baku. Tidak terlalu menguntungkan jika harus menghadapi persaingan yang ketat. Dan tidak bisa lincah mengantisipasi perubahan.
Ketiga, masih harus membayar royalty fee kepada franchisor. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat profit dari bisnis ritel yang relatif kecil.
Pencitraan atau Keuntungan yang Utama?
Pemain baru berkepentingan merebut market share terlebih dahulu sehingga profit bukan menjadi tujuan utama melainkan akan menjadi akibat dari bisnis yang dikelola dengan benar. Layani kebutuhan konsumen anda sebaik-baiknya maka profit akan datang sendiri.
Bisnis Ritel sebagai Usaha Sampingan
Jika kita menjalankan usaha ritel sebagai usaha sampingan maka tidak heran jika hasilnya pun akan menjadi sampingan pula.
Masihkan Ada Peluang?
Masih ada peluang sejauh ada pasar. Kuncinya kembali ke pengelolaan bisnis itu sendiri.
Tambahan informasi bagi pemula yang ingin belajar dan menambah pengetahuan bisnis ritel, bisa dengan membaca buku-buku dari rangkaian Retail Excellence Series yang saya tulis:
“How to Operate Your Store Effectively yet Efficiently” No ISBN :978-979-27-1320-6
“What I Learned from Hypermarket Business” No ISBN: 978-979-27-2294-9
Keduanya terbitan Elex Media. Semua dalam bahasa Indonesia.

Komentar
  1. ichsansnts mengatakan:

    Mampir mas…
    Salam “Ritel is Detail”
    Saya searching google, ketemu tulisan sampean
    Kiat – kiatnya ditambah lagi mas…..

  2. halimicirebon mengatakan:

    blog yang bagus ……..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s