Tantangan dunia bisnis retail 2013

Posted: April 12, 2013 in Uncategorized

retailer day

Tantangan dunia bisnis retail 2013

LOTTEMart® JogjaImage

4 April 2013

Slamet Raharjo

Beberapa estimasi ekonomi makro 2013

Dunia dalam  laporan triwulananya  memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 ini akan berada pada angka 6,2 persen, atau sedikit lebih rendah dari perkiraan tahun lalu sebesar 6,3 persen. Namun untuk 2014, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,5 persen.

SURYA Online, JAKARTA – Ekonom Utama Bank Dunia Jim Brumby memperkirakan laju inflasi Indonesia pada akhir 2013 berada pada kisaran 5,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang tercantum dalam APBN 2013 sebesar 4,9 persen.

“Inflasi pada tahun ini disebabkan adanya tekanan, dampak dari berbagai kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/3/2013). http://surabaya.tribunnews.com/2013/03/19/bank-dunia-perkirakan-inflasi-indonesia-55-persen#sthash.dR8QUZG8.dpuf

Pendapatan domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia di akhir 2013 diperkirakan dapat mencapai US$ 4400-4500 seiring terus meningkatnya penciptaan lapangan kerja. Tingkat angka pengangguran akan menurun di angka 5,8-6,1%.

Hal tersebut seperti dikatakan Firmanzah, Penasehat Ekonomi Presiden RI yang juga merupakan Dekan FE Universitas Indonesia.

Pendapatan per kapita

adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita.

Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Sistem ekonomi Indonesia yang terbuka dan masih belum besar saat ini cenderung rentan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi  global,  khususnya dari negara atau kawasan yang memiliki hubungan ekonomi yang signifikan dengan negeri ini seperti AS, Eropa, China, dan India. Karena itu, kita perlu mewaspadai perkembangan ekonomi internasional 2013 secara cermat agar dapat meminimisasi dampak buruk  bagi perekonomian nasional.

Selain pengaruh eksternal,  perkembangan politik dalam negeri juga cukup memprihatinkan. Hasil kajian Indonesia Economic Review and Outlook (IERO) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Gajah mengungkapkan,  menghangatnya suhu politik belakangan ini dapat membawa dampak negatif pada perekonomian Indonesia sehingga perlu diwaspadai dan dicermati oleh otoritas, masyarakat, dan dunia usaha agar semuanya ikut mengawasi supaya ekonomi Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh perkembangan politik yang ada.

Ekonomi Indonesia  sekarang  menghadapi tantangan dan ancaman cukup besar sehingga berpotensi  menghadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi,  yang implikasinya pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan. Meski jumlah kelas menengah Indonesia menurut data ADB meningkat dari 81 juta (2003) menjadi 150 juta pada 2012, sekitar separuhnya masih berpengeluaran di bawah US$2 per hari per orang,  dan sekitar tiga perempatnya di bawah US$4 per hari.

Jumlah Sensus Penduduk Tahun 2012 – Berdasarkan jumlah sensus tahun 2012 telah terjadi peningkatan penduduk sekitar 20 juta jiwa dari data sensus sebelumnya. Pada sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia berkisar 237.556.363 jiwa yang menempati luas wilayah memiliki luas kurang lebih 1,904,569 km2 dan saat ini (Tahun 2012) penduduk di Indonesia telah mencapai angka 257.516.167 jiwa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA —  Investor asing makin ekapansif  melirik bisnis ritel di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Yang terbaru adalah, AEON Mall, raksasa ritel asal Jepang, yang memutuskan membuka 20 pusat perbelanjaan dengan cara menggandeng PT Sinar Mas Land.

Soichi Okazaki, Chief Executive Officer (CEO) AEON Mall mengatakan, setidaknya ada 3 alasan pihak AEON Mall melirik peluang bisnis di Indonesia. ” 3 tersebut yang menyebabkan Indonesia jadi pasar menjanjikan,” ujar Okazaki di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Berikut alasan bos AEON Mall mendirikan bisnis di Indonesia:

Pertama, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang stabil dalam beberapa tahun ke belakangan, yang ada di atas rata-rata 6 persen. “Pertumbuhan domestik bruto Jakarta terus stabil. Perkembangan infrastruktur yang ada juga memacu pertumbuhan bisnis,” ujarnya.

Kedua, berkembangnya jumlah masyarakat kelas menengah di Jakarta. Okazaki bilang, kelas menengah di Jakarta tahun 2010 tercatat sebanyak 35 persen dan akan menjadi 51 persen tahun 2020. “Kelas menengah di Jakarta itu sesuai dengan segmen pasar kami,” tandasnya.

Ketiga, Pertumbuhan populasi keluarga muda di Jakarta juga kian banyak. Dia bilang, penduduk Jakarta yang berumur 20 – 39 tahun tercatat sebanyak 31persen. “Keluarga muda itu akan tumbuh di wilayah sub-urban dan itu juga menjadi pasar kami,” jelasnya.

Okazaki mengaku, dirinya tak khawatir terhadap risiko investasinya yang akan berhadapan dengan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan presiden yang akan berlangsung tahun 2014.

Pertumbuhan Bisnis Ritel Turun

Jakarta, KOMPAS Kamis,28 Maret 2013 – Meskipun dinilai memiliki potensi besar seiring daya beli masyarakatnya yang semakin meningkat, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia pada 2013 diprediksikan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013, pertumbuhan bisnis ini berkisar antara 8-9 persen, lebih rendah dari 11-12 persen pada 2011-2012.

PENJUALAN RETAIL INDONESIA NAIK MELAMBAT DI JANUARI

EKOM – 66144459nnn IQPlus, (08/03) – Penjualan retail Indonesia alami perlambatan pertumbuhan di bulan Januari 2013 karena melemahnya permintaan domestik untuk pakaian dan alat rumah tangga, demikian menurut survey Bank Indonesia Jumat.nnIndeks penjualan retail tumbuh 7,2 persen year-on-year dibandingkan pertumbuhan 15,1 persen di bulan sebelumnya.nnIndeks ini berdasarkan survey yang dilakukan di 10 kota besar dan diperkirakan penjualan retail dalam tiga hingga enam bulan ke depan terutama menjelang bulan puasa dan idul fitri. (end)      http://bnisecurities.co.id/2013/03/penjualan-retail-indonesia-naik-melambat-di-januari/

Omzet Retail Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh 20%-30%

JAKARTA (IFT) – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memperkirakan omzet penjualan ritel pada kuartal III 2012 atau menjelang dan saat pelaksanaan Ramadhan dan Lebaran akan tumbuh 20%-30% menjadi Rp 36 triliun-Rp 39 triliun dibandingkan kuartal lain yang rata-rata mencapai Rp 30 triliun. Pertumbuhan omzet ritel ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 15%.

Satria Hamid, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, mengatakan kenaikan omzet penjualan mengacu pada kondisi ekonomi yang membaik, kenaikan daya beli, pendapatan perkapita yang sudah mencapai US$ 4000 serta kemampuan sektor ritel yang bisa menekan laju inflasi. Omzet penjualan ritel pada tahun ini diperkirakan sebesar Rp 120 triliun. “Makanya kami yakin dengan keadaan makro ekonomi, kami bisa memperoleh kenaikan omzet sebesar 20% bisa terealisasi,” ujar dia kepada IFT.

http://old.indonesiafinancetoday.com/read/29448/Omzet-Ritel-Bisa-Naik-30-di-Kuartal-III

pertumbuhan penjualan retail

Dalam periode enam tahun terakhir, dari tahun 2007–2012, jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun. Pada tahun 2007, jumlah usaha ritel di Indonesia masih sebanyak 10.365 gerai, kemudian pada tahun 2011 mencapai 18.152 gerai tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia. Pertumbuhan jumlah gerai tersebut tentu saja diikuti dengan pertumbuhan penjualan. Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10%–15% per tahun. Penjualan ritel pada tahun 2006 masih sebesar Rp49 triliun, dan melesat hingga mencapai Rp120 triliun pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2012, pertumbuhan ritel diperkirakan masih sama, yaitu 10%–15%, atau mencapai Rp138 triliun. Jumlah pendapatan terbesar merupakan kontribusi dari hipermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket.

Persentase penduduk yang berbelanja di ritel modern untuk barang kebutuhan di atas
Sumber: Frontier Consulting Group, Research Division (survei di enam kota besar)

 

Jumlah gerai retail modern

Jumlah Toko di RI Terbesar Kedua Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com —Sekalipun mengalami penurunan jumlah toko yang menjual barang-barang konsumen sebesar 1,3 persen dari tahun lalu, jumlah toko di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah India. “Jumlah toko (tradisional dan modern) di Indonesia mencapai 2,5 juta toko,” jelas Nielsen Executive Director Retail Measurement Services Teguh Yunanto di Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Untuk penyebaran toko, paling banyak di Pulau Jawa dengan 57 persen, dan Sumatera dengan 22 persen, sisanya 21 persen ada di pulau lain. Namun, Teguh menjelaskan, ritel lebih tumbuh di pinggiran kota, mengingat lokasi permukiman banyak di daerah tersebut. Daerah inilah yang menjadi target dari ritel modern jenis minimarket.

Ritel modern tumbuh 38 persen dengan 18.152 toko di Indonesia, dibandingkan tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.000 toko merupakan minimarket. Namun format ritel modern lainnya, seperti supermarket justru turun 6 persen, sedangkan hypermarket tumbuh 23 persen dengan 154 toko.

PEMBEDA MODERN vs TRADITIONAL RETAILER

 

Open Display (display terbuka barang bisa disentuh konsumen)

Fixed Price (harga tetap tidak perlu tawar menawar)

Self Service (konsumen melayani dirinya sendiri)

Kenapa outlet modern lebih menarik dan berkembang
• Pasarmodern yang banyak tumbuh dan berkembang di tempat yang strategis mudah  dijangkau oleh sarana transportasi
• Banyak pilihan barang
• Ada kepastian harga
• Kualitas lebih terjamin
• Tempat sejuk,bersih,nyaman.
• Pelayanan lebih baik
• Bisa rekreasi atau Window shoping, dll

Kenapa pasar tradisional makin kecil market sharenya
• Pasar modern terus tumbuh bahkan sampai ke kota kecamatan.
• Pasar tradisional mempunyai kesan kumuh.
• Dagangan yang bersifat makanan siap saji mempunyai kesan kurang higienis.
• Kurang ada kepastian harga.
• Kurang bergengsi
• Kurang nyaman

Masalah umum yang sering terjadi dalam bisnis awal

1. Tidak ada perencanaan.

2. Pemasaran yang lemah.

3. Manajemen yang buruk.

4. Pegawai tak terkendali.

5. Terlalu cepat menarik uang

Siklus usaha

1. Tahap perkenalan (introduction).

}  Tahap perkenalan (introduction).
pada tahap ini, barang/jasa mulai dipasarkan walaupun volume penjualannya belum tinggi.

}  biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada pengenalan ke customer.

2. Tahap pertumbuhan (growth).

}  Tahap pertumbuhan (growth).
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat.

}  Permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang /jasa yang kita jual.

}  usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.

}  pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)

}  Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap.

}  Dalam tahap ini, laba mulai turun.

}  Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produk/ jasanya dengan modelnovasi  yang baru.

}  Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru.

Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.

Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’

Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.


Sebuah contoh kasus

Kodak Jatuh Bangkrut
VIVAnews
 – Eastman Kodak Co., atau dikenal dengan sebutan Kodak, dulu dikenal sebagai salah satu perusahaan peralatan fotografi terkemuka di dunia. Kini, Kodak jatuh bangkrut setelah gagal beradaptasi dengan kemajuan teknologi di tengah populernya kamera digital dan ponsel pintar berfitur kamera.

}  Umurnya sdh 132 thn.

}  selama dekade 1980an hingga 1990an sudah merasa nyaman sebagai pemain nomor satu industri fotografi. Konsumen kini sudah meninggalkan pemakaian film – yang menjadi bisnis inti Kodak – dan sejumlah kompetitor mengembangkan produk kamera digital.

Nissan Selamat dari kebangkrutan

 

Alkisah pada tahun 1999, bau kemenyan kematian kian merebak di setiap sudut pabrik Nissan, Jepang.

}  pada tahun 1998, hutang Nissan sudah mencapai Rp 200 trilyun

}  perusahaan mobil Renault setuju
untuk membeli 37 % saham Nissan dan menggelontorkan dana segar untuk menyelamatkannya

}  Renault lalu mengutus salah satu eksekutif terbaiknya bernama Carlos Ghosn
untuk menjadi CEO Nissan (sebuah fenomena yang juga amat langka
di Jepang, orang non-Jepang bisa menjadi CEO perusahaan besar
Jepang).

}  Pilihan bagi Nissan saat itu  memang cuma dua : berubah atau mati.

Pesan Renault untuk pria keturunan Lebanon ini lugas : segera angkat koper ke Jepang, selamatkan Nissan, dan jangan pernah kembali ke Paris sebelum engkau berhasil. Begitulah, pada pertengahan tahun1999, Carlos Ghosn resmi menjadi CEO Nissan untuk memulai sebuahmission almost impossible.

}   Pada tahun 2001 Nissan telah kembali meraih keuntungan,
dan terus mengalami pertumbuhan yang mengesankan

Apa Type gerai kita

Pada Prinsipnya Bisnis Retail Terbagi dalam beberapa bagian ( menurut Peraturan Presiden No.112 Tahun 2007 )


1. Pedagang Eceran Tradisional /Traditional Market ( Toko kelontong, warung, pasar tradisional)
2. Pedagang Eceran Modern / Modern Market :
a. Minimarket, Jaringan Minimarket ( swalayan )
b. Supermareket
c. Hipermarket
3. Pedagang Menengah
4. Pedagang Besar

Retail tradisional

Asongan

Pedagang keliling

Tukang sayur

Warung

Pasar tradisional

Toko kelontong

Retail tradisional

Minimarket kurang dari 400 m2;

Supermarket 400 m2 s/d 5.000 m2;

Hypermarket diatas 5.000 m2;

Departemen Store diatas 400 m2;

Perkulakan diatas 5 .000 m2.

 

Organisasi  sederhana dalam bisnis retail

  1. Operation
  2. Merchandising
  3. SDM
  4. Keuangan

1.Operation

n  Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan pada jajaran di bawahnya yaitu Store Manager.

n  Merencanakan dan melaksanakan kegiatan promosi

n  Aktif memonitor seluruh kegiatan operasional perusahaan terutama yang berkaitan dengan aktifitas toko.

n  Mengantisipasi dan mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan operasional perusahaan serta mempertanggung jawabkan segala keputusan yang diambilnya.

n  Membantu direktur dalam mewakili perusahaan dalam hubungan dengan pihak luar.

n  Menyusun rencana kerja tahunan serta  rencana kerja lain yang diselenggarakan secara periodic dan mempertanggung jawabkan hasilnya kapada direktur dalam forum rapat direksi/pimpinan.

n  Menjalin kerjasama yang baik dengan General Manajer yang lain.

n  Secara aktif mengumpulkan dan menciptakan ide-ide guna pengembagan usaha dan kemantapan usaha.

 

2.Merchandising

Merchandising berasal dari kata merchandise. Merchandise artinya barang yang diperdagangkan.

Dengan demikian Merchandising dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pengelolaan

merchandise sehingga dalam distribusi merchandise tersebut tercapai 7T, yaitu :

1. Produk yang Tepat

2. Waktu yang Tepat

3. Tempat yang Tepat

4. Harga yang Tepat

5. Kuantitas yang Tepat

6. Kualitas yang Tepat

7. Dijual dengan cara yang Tepat

 

n  Departement ini bertanggung jawab terhadap kegiatan penerimaan, pendistribusian, penyimpanan, pengeluaran, penjualan barang  (MD) di toko sesuai dengan prosedur dan standard yang telah ditetapkan.

n  Bertanggung jawab atas kualias, kuantitas dan kontiunitas penyediaan barang dagangan

n  Bertanggungjawab terhadap keberhasilan program merchandising dengan mengikuti semua peraturan merchandising dari perusahaan (mulai dari barang diterima dari supplier sampai barang terjual seperti sistem penempatan, jumlah barang, waktu yang tepat, penyempurnaan display, aturan display produk sesuai  alokasi ruang toko, komitmen terhadap supplier, dll).

n  Bertanggung jawab atas bukti-bukti penerimaan barang dagangan

n  Bertanggung jawab atas kjedaluwarsa barang (expired date) atas barang yang dijual, CN (creit note), barang rusak, dan pemusnahan barang

n  Bertanggung jawab atas keberhasilan kegiatan marketing.

3.Finance

n  Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan pada jajaran di bawahnya yaitu, bagian akuntansi, keuangan dan kasir.

n  Melaksanakan rekonsiliasi dengan Bank

n  Mendukung penyiapan laporan keuangan perusahaan yang disusun oleh bagian akuntansi, meliputi laporan arus kas, laporan laba/rugi, laporan sumber dan penggunaan dan serta laporan neraca.

n  Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang berkaitan dengan arus masuk dan arus keluar uang.

n  Mengeluarkan bon sementara

n  Ikut dalam penyusunan perencanaan strategis perusahaan

4. SDM dan Umum

Manajemen SDM mempunyai peranan signifikan dalam sebuah bisnis ritel. Mengkoordinasi dan memotivasi karyawan dalam pencapaian target. Sampai pada akhirnya terbentuklah sebuah komitmen kerja, yang bisa menyatukan antarkaryawan, sehingga menghasilkan keuntungan yang kompetitif.

n  Bertanggunggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia

n  Bertanggung jawab atas penerimaan karyawan & pemutusan hubungan kerja karyawan.

n  Bertanggung jawab atas keabsahan dokumen-dokumen karyawan

n  Bertanggung jawab atas ganggungan lingkungan terhadap perusahaan

n  Bertanggung jawab atas kinerja dan jati diri karyawan yang meliputi kedisiplinan, penampilan, pakaian seragam, kerapian, penggunaan tanda pengenal dan atribut lain,.

n  Bertanggung jawab atas file perijinan, file karyawan, file yang berkaitan dengan ketenaga kerjaan dll.

n  Bertanggung jawab atas pelaksanaan recruitment, training, dan pengawasan  calon karyawan yang sedang on the job training serta membuat penilaian dan menentukan kelulusan.

n  Bertanggung jawab atas pemeliharaan asset perusahaan seperi mobil, panel-panel listrik, meteran air, lampu luar, lampu parkir dll.

n  Bertanggung jawab atas kebersihan gedung dan lingkungannya

n  Bertanggung jawab atas keamanan

n  Bertanggung jawan atas asset perusahaan dan pencataannya

 

 

Masalah yang sering terjadi

Contoh persoalan

  1. Operation

Antrian panjang di kasir

Lay out yang tidak ergonomic

Tas belanja,trolley yang tidak mencukupi

Pelayanan yang lambat

Lahan parkir yang tidak memadai

Lemahnya system keamanan

  1. Merchandising

Price labeling hilang atau keliru atau tidak pada tempatnya

Barang belum ada padahal sudah banyak konsumen yang membutuhkan

Pajangan yang jelek

Barang over stock

Barang kosong

Tidak ada tester

 

  1. SDM

Sikap karyawan yang tidak professional

Karyawan sering tidak masuk (absent) dan kurang disiplin

Pengetahuan karyawan terhadap produk kurang

Kemampuan karyawan yang tidak merata

Lemahnya koordinasi

  1. Financial

Stock uang receh

Cash flow

Pencatatan data yang tertunda ,salah, kedobel dll

Cash planing

 

Tips dan trik untuk sukses

  1. 1.      Benahi manajemen

Memaksimalkan fungsi fungsi manajemen

POAC :

Planning= perencanaan

Organizing= pengorganisasian

Actuating= pelaksanaan

Controlling=pengawasan

Planning= perencanaan

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu

Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis.

Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.

Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.

Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Bikin perencanaan itu sangat mudah

Rumusnya 5w + 1h

}  What?

}  When?

}  Where?

}  Who?

}  How?

Organizing= pengorganisasian

}  Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi.

}  Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya.

}  Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Actuating= pelaksanaan

}  Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja.

}  Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.

}  Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.

}  Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Controlling=pengawasan

}  Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.

}  Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman

  1. 2.      Gunakan analisa SWOT

Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Kekuatan (strengths) dan Peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dalam meminimalkan Kelemahan (Weakness) dan Ancaman (Threats). Analisa SWOT menjadi dasar untuk menentukan corporate profile dimana perusahaan akan bersaing dalam suatu bisnis atau industri

  1. 3.      Gunakan prinsip pareto

Penemunya adalah ekonom Italia Vilfredo Pareto (1848-1923).

Konsep ini mengatakan bahwa 80% hal yang kita capai merupakan hasil dari 20% hal yang kita lakukan dalam aktifitas kita. Dalam bahasa lain, hal-hal kecil (20%) yang kita lakukan dalam usaha kita, akan bisa menimbulkan efek atau hasil yang besar (80%) dalam apa yang akan kita capai nantinya.

20% produk biasanya menghasilkan sekitar 80% nilai penjualan.

20% konsumen biasanya menghasilkan 80% keuntungan perusahaan.

 

  1. 4.      Ukur kesehatan bisnis dengan balance score card

Pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang diingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan

Konsep ini dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton.

Mengapa kata “BALANCE”

Karena Balanced Scorecard menunjukkan adanya keseimbangan antara semua factor yaitu keseimbangan antara :

 Faktor keuangan dan non keuangan

 Pihak eksternal dan internal

 Jangka pendek dan jangka panjang

Empat Perspektif Apa Saja ?

1.            Perspektif Keuangan

2.            Perspektif Pelanggan

3.            Perspektif Bisnis Internal

4.            Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran

 

  1. 5.      Tingkatkan pelayanan

Orang yang kita layani (pelanggan) akan merasa senang bisa kita dapat melayani mereka dengan baik.  Pelayani yang baik, pelayanan yang memuaskan pelanggan, sangat umum disebut sebagai pelayanan prima.  Prima (yang terbaik, yang terhebat) menunjukkan mutu suatu produk –barang atau jasa — yang melebihi standar baku, sehingga pelanggan merasa mendapatkan sesuatu yang melebihi harapannya.

Kita disebut telah melakukan pelayanan prima, apabila tindakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan telah dilakukan dengan cara-cara yang (sangat memuaskan).  Oleh karena itu, pelayanan pria harus selalu mengacu pada suatu standar baku yang berlaku secara umum.  Karenanya setiap yang melakukan pelayanan pria dituntut untuk memahami prinsip-prinsip dan kompetensi dalam pelayanan Prima.

Tanggung Jawab,

lakukan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, tidak mencari kambing hitam, menyalahkan pelanggan dan banyak berkeluh kesah.

Lengkap,

berikan pelayanan secara lengkap tuntas, hindari menunda, memperlama dan mempersulit.

Bersikaplah professional, diantaranya bersikap ramah, sopan, disiplin sehingga tercipta suasana fisik dan batin yang nyaman

  1. 6.      Retail is Detail

bisnis ritel yang menuntut pelakuknya untuk memperhatikan hal-hal yang kecil, secara rinci dan teliti.

Soal SDM,Barang,display,harga,pelayanan,keuangan,keamanan,kenyamanan,kebersihan komplit pokoknya harus benar2 di perhatikan agar sedemikian menarik tampil sempurna dihadapan calon konsumen.

 

  1. 7.      Grow or Die

Membangun sebuah bisnis seperti menanam pohon. Jika pohon tidak dirawat dengan seksama maka pohon tersebut sulit tumbuh. Ketika pohon tidak tumbuh dengan baik maka dia akan mati perlahanlahan. Dibutuhkan keahlian dan peralatan yang tepat untuk bisa membuat pohon tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berlimpah.

Demikian juga dengan bisnis. Hanya ada 2 pilihan bagi sebuah bisnis: tumbuh atau mati perlahan-lahan. Untuk membuat bisnis dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan yang terus bertambah dibutuhkan skill & tools yang tepat sesuai dengan kondisi perkembangan.

 

  1. 8.      Selalu pegang konsep efektif dan efisien

Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

Efektifitas merupakan suatu keberhasilan yang diukur dari segi manajemen waktu untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Pemanfaatan fasilitas perusahaan sepanjang efektif  bagi perusahaan, dan tidak menimbulkan cost besar (kerugian) sesekali saja, maka efisiensi menjadi efektif. Sebaliknya bila pemanfaatan berimbang atau lebih bermanfaat pada pribadi oleh sebab berulang (disadari atau tidak) otomatis merugikan perusahaan maka menjadikan efisiensi tidaklah efektif (rugi biaya, rugi waktu). Terkesan biaya yang keluar sangat kecil namun berdampak besar bagi kegiatan yang lainnya.

  1. 9.      Location, Location, Location,kelengkapan,service baru harga.

 

  1. 10.  Kita yang lebih butuh Pelanggan

Pelanggan adalah raja. Melayani seorang pelanggan atau pembeli secara baik adalah suatu keharusan supaya pelanggan merasa terpuaskan dan menjadi pelanggan setia. Kalau pelanggan merasa puas atas pelayanan sedikit banyak akan membuat virus terbaik atas pelayanan tanpa perintah. Para pelanggan dengan suka rela menceritakan hal-hal yang terbaik atas pelayanan dalam bisnis. Dengan tambahan beberapa pelanggan otomatis akan meningkatkan penghasilan. Bisnis tidak akan kehilangan pelanggan, justru akan bertambah banyak. Kepuasan pelanggan diawali dari pelayanan. Semua pelanggan akan merasa puas dengan apa yang diberikan pada mereka. Dan, itu merupakan kunci sukses bisnis.

Kepuasan pelanggan sifatnya sangat subyektif. Oleh karena itu mengapa dalam marketing mesti memilih segmennya dulu. Karena ada idiom begini: pada dasarnya kita tidak akan bisa memuaskan semua orang. Itu pasti. Tapi kita bisa memilih mau memuaskan siapa.

 

 

  1. 11.  Harga bukan satu satunya senjata untuk menang

Banyak retailer justru sama sama jatuh karena perang harga

Harga terbaik adalah kepantasan

Harga murah boleh tapi tidak semua harga murah dan tidak setiap hari

  1. 12.  Jadilah yang menawan

Menawan: Sering kita mengenal orang yang tidak terlalu cantik atau tampan, tapi sangat “charming”; menawan, memikat, membuat orang lain menyukainya. Sebenarnya apa yang membuat orang merasa seseorang itu menawan, atau membosankan?

Maka kalau toko kita tidak bisa tampil secantik mungkin ,sebaiknya kita harus menjadi menawan

Ada 5 hal yang membuat orang menjadi menawan, “5 A” adalah kuncinya:
Acceptance, atau penerimaan, adalah sebuah sikap menerima orang lain tanpa sinis-tisme atau sikap memandang rendah. Sikapnya positip dalam menerima orang lain “apa adanya”. Dengan sikap yang tulus berbagi senyum dan tawa, tanpa sebuah pengharapan akan balasan. Tidak ada iri, hanya ada senyum.

Appreciation, penghargaan, adalah A kedua. Selalu tulus mengatakan “terimakasih.” Sering dari sinar matanya saja kita tau dia berterimakasih dan menghargai, dan membuat kita merasa terhormat. Mata yang berbinar, gerak tubuh menghargai orang, membuat orang lain merasa spesial, membuat orang lain merasa istimewa.

Approval, menyetujui, apa yang dikatakan dan diceritakan itu. Kesamaan visi dan pendapat adalah kekuatan yang besar dalam networking. Kalau kita selalu berbeda pendapat, kita tidak akan dekat atau disukai orang. Persetujuan bukan berarti tidak ada perbedaan, tapi memahami dan menyetujui cara dan konsep orang itu tapi beda dalam beberapa pendapat adalah umum dan baik. Memuji adalah kunci dalam menyetujui pendapat orang. Memuji adalah kunci dalam membuat diri kita menawan.

Admiration, atau mengagumi. Tidak ada orang yang tidak suka dengan pengagumnya. Bintang filem, penyanyi kondang, orang terkenal, semuanya menerima dan menyukai fans-nya, karena manusia memiliki kehausan untuk dikagumi. Selalu tunjukkan kekaguman anda dengan tulus terhadap apa yang memang benar dan hebat dari orang tersebut.

Attention, atau perhatian, adalah kunci A kelima. Cobalah anda berbicara dengan orang, perhatikan baik2, dengarkan, dan lihat matanya, biarkan dia berbicara, lalu pelan2 rubahlan pandangan anda ketempat lain, maka sering orang ini akan berhenti bicara. Secara tidak sadar dia merasa malas meneruskan ceritanya karena anda tidak memperhatikan dia lagi. Perhatian kita membuat orang lain semangat dalam bercerita. Anggukkan kepala, beri signal positip, ulangi kalimat terakhirnya, beri komentar ringan sedikit, maka orang ini akan lebih semangat bercerita dengan anda.

Kata “menawan” mungkin berarti; orang itu menjadi begitu menarik, sehingga sepertinya hati kita tertawan olehnya. Nah kelima hal ini lah yang secara menyeluruh akan membuat anda menjadi orang yang menawan, lebih disukai orang , dan lebih sukses dalam pergaulan.

Jadi pada akhirnya, rahasia paling sederhana dari daya pikat adalah: “Membuat orang merasa dirinya diistimewakan.”

 

  1. 13.  Mulailah menggunakan media Online setidaknya untuk media branding maupun promosi

 

Surabaya (ANTARA News) – Jumlah pengguna situs jejaring sosial Facebook di Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi ketiga di dunia.”Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika, total ada 43,06 juta orang yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook.  Sekarang tertinggi ketiga di dunia,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko di Surabaya, Kamis.

untuk pengguna Twitter,Indonesia berada di urutan tertinggi kelima di dunia, dengan 19,5 juta pengguna. Sedangkan untuk total pengguna jasa internet di Indonesia sebanyak 55 juta orang.

Penutup

 

“Banyak cara untuk sukses”

 

Jangan hanya melakukan yang di inginkan pelanggan saja

Di Home Depot, Amerika Serikat, sebuah toko raksasa alat barang bangunan, pada pagi hari ketika toko baru buka, kasir baru ada satu dan anteran pembeli sudah panjang. Ada sorang anak muda mau membeli sekotak kecil paku yang harganya hanya 1.5 dollar, dia memberikan uang 100 dollar dengan muka malu dan meminta maaf karena tidak punya uang kecil.

Kasir ini kebingungan karena tidak punya uang kembali. Setelah berpikir sejenak, dia kembalikan uang 100 dollar nya pembeli, membuka dompet pribadinya, mengeluarkan 1.5 dollar nya sendiri, memasukkan kedalam kas, dan menyerahkan paku itu kepada pelanggannya, dan dicap lunas. Pembeli muda inipun mengucapkan terimakasih dan berjalan pulang.

Lewat 3 hari, ketika kasir ini sedang bekerja, tiba2 supervisor Home Depot datang dengan 2 orang ke arahnya, seorang anak muda dengan seorang agak tua. Ternyata itulah anak muda yang membeli paku 3 hari lalu. Dia heran ketika supervisornya menyalaminya dan mengenalkanpada tamu2 itu.

Tamu yang tua berkata: “ Nona kasir, kerjamu bagus sekali, anakku memujimu atas kejadian 3 hari yang lalu, dan aku kenal pemilik jaringan toko ini. Bisnisku diseberang sana, sebagai tanda penghargaan, sudah aku beritahukan kepada semua staff ku, sejak saat ini semua keperluan perusahaanku akan beli ditempat ini. Dan aku juga sudah menceritakan kerjamu yang baik pada atasanmu ini.”

Ternyata orang tua itu adalah pemilik satu perusahaan raksasa di dekat tokonya. Bisnis ratusan ribu dollar mengalir secara tetap keperusahaan hanya karena perbuatan kecil seorang kasir yang mau berbuat lebih untuk melayani pelanggannya.

Ketika kita bekerja, kemauan berbuat lebih, adalah salah satu kunci untuk membangun sukses kita. Jangan hanya melakukan yang di inginkan pelanggan saja, tapi lakukan dengan lebih dari apa yang diharapkan pelanggan kita. Melayani dengan baik sudah jadi norma umum, melakukan lebih menjadi keunggulan kompetitip kita sekarang.

Slamet rahardjo

  • Jl.Bugisan Selatan ,Tegalkenongo 03/08

Tirtonirmolo kasihan Bantul  Jogjakarta

  • Mobile : 08121524233,087839035211
  • YM                          : abufarros   
  • FB                          : Slamet Abu Farros
  • Email                      : abufarros@yahoo.co.id
  • Blog                        : https://abufarros.wordpress.com

                                        : http://tukangmejakasir.blogspot.com

 

Komentar
  1. gusbudone mengatakan:

    saya tidak bisa memastikan akan seberapa besar perubahan di indonesia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s